49 Calon Penerima Hunian Tetap di Jambula Ikut Sosialisasi dari Disperkimtan Ternate

TERNATE – Kabar gembira buat 49 warga yang rumahnya terdampak akibat banjir bandang yang melanda Kelurahan Rua pada beberapa waktu lalu, karena mereka akan mendapat rumah setelah relokasi ke hunian tetap yang dibangun Kementrian PUPR dilahan yang telah disiapkan Pemkot Ternate di kelurhan Jambula, Kecamatan Pulau Ternte.

Untuk memantapkan rencana relokasi warga korban banjir bandang di Kelurahan Rua, Pulau Ternate ke hunian tetap (huntap) di Kelurahan Jambula, maka pada Rabu (18/9/2024) kemarin bertempat di kantor Basarnas dilakukan rapat sosialisasi kepada warga korban banjir bandang calon penerima bantuan hunian tetap.

Kegiatan sosialisasi ini dihadiri 49 KK yang rumahnya terdampak sesuai dengan data Dinas Perkimtan Kota Ternate, dan dihadiri TNI/Polri dan instansi terkait lainnya.

Kabid Perumahan, Permukiman dan Pengendalian Kawasan Disperkimtan Kota Ternate Rosita Tauda mengatakan, sosialisasi yang dilakukan pada Rabu (18/9/2024) kemarin, dalam rangka persiapan relokasi warga korban banjir bandang Rua ke kelurahan Jambula. Sebab, kata dia, sejak awal pasca bencana pihaknya dari Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) telah turun melakukan pendataan setelah itu pihaknya menyampaikan ke Satker Perumahan Balai Perumahan Maluku.

Langkah ini lanjut Rosita, untuk bisa diketahui kesiapan data sebagai kriteria dan syarat yang dipenuhi Pemkot Ternate agar bisa mendapat rumah bantuan layak huni buat korban banjir, pasca itu pihaknya kemudian lanjut dengan Balai Wilayah Sungai memastikan rencana pembangunan alur sungai baru di lokasi bencana.

“Jadi dari rencana bangun alur sungai baru itu, hasil pendataan yang kita lakukan dari sempadan alur sungai itu 49 unit rumah,” ungkapnya.

Pendataan yang dilakukan ini juga sudah diperhitungkan resiko berdasarkan koordinasi dengan instansi teknis lain termasuk IAGI, sebagai mitigasi awal mengantisipasi hal yang tidak diinginkan dikemudian harinya jika sampai curah hujan tinggi.

“Jadi warga yang direlokasi itu mereka yang masuk dalam rencana alur sungai baru dan dari sempadan jalur sungai,” tandasnya.

Dikatakannya, sosialisasi yang dilakukan itu kepada 49 KK calon penerima bantuan sesuai dengan SK Wali Kota, meski ada sebagian yang mengiginkan agar setiap KK dalam rumah yang rusak saat banjir juga dapat bantuan, hal itu belum bisa dipenuhi karena penanganan rumah rusak berdasarkan pada SPM Perumahan korban bencana menyebutkan satu rumah satu KK.

“Sehingga yang kami ganti berdasarkan rumah yang rusak, jadi rumah yang mau direlokasi dan ditempatkan nanti berdasarkan pada jumlah rumah yang rusak di lokasi bencana, karena data kami by name by adress,” ungkapnya.

Rosita menegaskan, nantinya masih ada tahapan sosialisasi lagi yang dilakukan kedepan, dengan warga. Sementara tahapan proses pembangunan rumah warga korban bencana di Kelurahan Jambula sendiri, saat ini material pembangunan dari Kementrian PUPR dalam proses pengirman.

“Diawal ini dikirim material sekitar 27 unit rumah dan pada minggu berikut baru dikirim sisanya lagi, karena rencananya pembangunan sampai awal Desember sudah selesa dilakukan dan penyerahan aset,” katanya.

Untuk lahan sendiri kata dia, saat sudah dalam persiapan 50 persen yang diperuntukan bagi relokasi warga di RT 01 dan sebagian RT 02.*
Editor : Hasim Ilyas