TERNATE – Pada Kamis (18/12/2024) Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman memimpin rapat pengendalian inflasi, yang dilaksanakan oleh tim pengendali inflasi daerah (TPID) Kota Ternate.
Rapat TPID yang dihadiri Forkopimda, Sekda yang juga Ketua TPID Kota Ternate Rizal Marsaoly, perwakilan Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS), BMKG, KSOP, OPD terkait, kemudian distributor dan stakholder ini ntuk menjaga stabilitas harga dan kelancaran pasokan pangan dalam menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.
Usai rapat TPID, dilakukan peninjauan langsung ke pasar dan hypermat yang dipimpin langsung Wali Kota Ternate dan didampingi sejumlah stakeholder terkait.
Wali Kota Ternate M Tauhid Soleman saat memberikan arahan mengatakan, pada rapat TPID Pusat yang digelar oleh Mendagri beberapa waktu lalu dilakukan inspeksi mendadak (sidak) oleh Presiden Prabowo, hal ini memberikan sinyal bahwa masalah inflasi menjadi perhatian serius dari pemerintah pusat terutama Presiden Prabowo.
Dengan begitu maka inflasi itu jadi poin utama sampai ke daerah, untuk di perhatikan. Dan sesuai data yang dimiliki inflasi Kota Ternate pada bulan November 2024 sebesar 2,78 persen, dimana secara nasional sebesar 1,55 persen. Jumlah ini termasuk yang terendah di dalam inflasi yang terjadi di Indonesia.
Wali Kota menyebut, perjalanan TPID Kota Ternate sendiri mulai eksis sejak tahun 2013 dan pada tahun 2018 kinerja TPID Kota Ternate pernah mendapat apresiasi dari delapan daerah termasuk kabupaten kota dan provinsi sebagai TPID berkinerja baik.
Menurut Wali Kota, pengukuran inflasi tidak hanya dilakukan kepada Pemkot Ternate tetapi sudah diperluas ke daerah lain.
“Saya lihat kinerja dari TPID Tikep semakin hari semakin baik, sehingga ini tentu menjadi kompetitor penting bagi TPID kita di Ternate untuk bergerak, bekerja, atau evaluasi terkait pertumbuhan ekonomi serta keadaan pasar, ketersediaan sandang pangan yang selama ini pemicu terjadi inflasi,” tandasnya.
Dikatakannya, pengulangan inflasi ini bisa terbaca secara langsung melalui rilis setiap tanggal 5 bulan berjalan oleh BPS Kota Ternate. Data yang ada ini semestinya dilakukan upaya agar menjaga harga ketersediaan yang ditempu oleh Pemda dan dibantu oleh berbagai pihak yang kerja di daerah.
“Untuk itu saya ingin minimal agar di tahun depan rutinitas dari rapat TPID itu tidak dilakukan setiap tiga bulan, tapi harus dilakukan setiap bulan karena ada manfaatnya mulai dari tahun 2017 itu rutinitas dari TPID berjalan sangat bagus. Bahkan, di tahun 2017 hampir setiap bulan kita rapat terkait dengan TPID, saya lihat ini sudah mulai berkurang. Bahkan rapat yang dilakukan secara online oleh Mendagri banyak yang kita tidak ikuti, sehingga menjadi tanda tanya atau rapor tertentu yang ditegur secara langsung oleh Mendagri,” tandasnya.
Wali Kota berharap, kedepan TPID lebih rutin tiap bulan meakukan rapat, lokasi atau tempatnya dapat disesuaikan, ini bertujuan untuk bisa mengikuti ritme inflasi tiap bulannya, sehingga nanti ada langkah progresif yang dilakukan Pemda untuk menekan inflasi yang terjadi di Kota Ternate.
“Semoga di tahun depan lebih teratur lagi, kita punya data yang pas, sehingga langkah untuk mengantisipasi itu tepat sasaran. Saya pikir kita tidak sekedar rapat dan selesai, minimal kita lakukan secara rutin,” tutupnya.*
Editor : Hasim Ilyas

