TERNATE – Sebanyak 3000 lebih Kepala Keluarga (KK) yang merupakan warga miskin di Provinsi Maluku Utara (Malut) belum mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT), khusus kementrian Sosial (Kemensos). Itu setelah dilakukan verifikasi dan validasi, ada nama penerima yang ganda, bahkan di tahun 2010, ada nama di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang sudah meninggal dan yang sudah pindah masih ditemukan.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Malut, Andrias Thomas, Minggu (7/6) menjelaskan, di Malut, kuota yang ditetapkan Kemensos sebanyak 40.000 KK, namun setelah divalidasi, hanya 36.000 KK yang valid. Sesangkan 3000 lebih Kk sisanya tidak valid.
“3000 lebih KK itu tidak valid, karena ada yang doble, misalnya sudah menerima bantuan lain dan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) itu sejak tahun 2010, sehingga ada yang sudah meninggal, ada yang sudah pindah ke tempat lain,” jelasnya.
Karena itu, 3000 KK lebih itu akan ada usulan tambahan dari kabupaten/kota. Menurutnya, untuk 36.000 KK lebih sementara dalam tahapan penyaluran melalui kantor pos maupun bank BRI di seluruh Kabuaten /kota.
Meski begitu, ia masih belum memantau sejauh mana progres penyaluran BLT tersebut. Thomas bilang, jika di salah satu Desa belum ada penyaluran. berarti Desa tersebut datanya belum valid, sehingga masih menunggu usulan tambahan lewat kabupaten/kota. Sekedar diketahui, BLT dari Kemensos yang diterima per KK sebesar Rp 600.000 dalam satu bulan dan saat ini penyaluran tahap I sementra jalan. (nas)

