TERNATE – Borneo FC kecewa dengan keputusan wasit yang memimpin laga Malut United vs Borneo FC pada pekan ke 22 Liga 1 musim 2024-2025, yang berlangsung pada Senin (10/2/2025) di Stadion Gelora Kie Raha.
Kekecewaan ini menyusul keputusan wasit yang memberikan dua kali tendangan penalti kepada Malut United, yang itu dianggap merugikan Borneo FC.
Pelatih Borneo Joaquin Gomez usai pertandingan mengatakan, pada laga kali ini sangat berat bagi mereka, karena mereka bermain setiap 3 atau 4 hari yang mana itu sangat menantang, kemudian perjalanan jauh juga jadi satu alasan. Belum lagi mereka diberikan hukuman penalti.
“Saya rasa semua pemain yang bermain sudah menunjukkan fisik dan mental luar biasa. Namun, kami mendapat dua hukuman (penalti) dengan gampang,” katanya, saat konferensi pers.
Dikatakannya, semua keputusan yang memberatkan diambil dengan mudah. Sebab, penalti pertama diberikan dengan cepat, padahal kata dia, seharusnya jika bola mengenai tangan yang menumpu badan tidak penalti.
“Seharusnya wasit utama mengeceknya sendiri di layar VAR. Ketika kami bisa mendapatkan keuntungan, dia tidak mengeceknya langsung,” ungkapnya.
Menurutnya, hasil yang diraih pada laga ini kurang baik bagi mereka. Karena tidak semua terjadi sesuai dengan rencana mereka. Bahkan, pihaknya sudah mencoba beberapa tapi hasilnya tidak bisa mencetak gol saat punya beberapa kesempatan.
“Sekarang laga telah berakhir, kami akan pulang dan punya beberapa hari untuk recovery. Kami akan melakoni laga kandang di Segiri dan berkesempatan tampil di depan pendukung sendiri. Kami ingin tampil bagus dan membuat bangga pendukung di sana,” terangnya.
Sementara, penjaga gawang Borneo FC Nadeo Arga Winata mengungkapkan, pertandingan berjalan sesuai apa yang diinginkan pelatih. Dimana, sepanjang laga, Borneo tampil dominan seperti biasa, sementara lawan menunggu dengan taktiknya.
“Kami kurang beruntung karena tidak mencetak gol. Kami harus berbenah di situ dan saya rasa cukup fair hasil hari ini,” katanya.
Nadeo menyebut, setelah menjalani jadwal petandingan yang padat ini para pemain memerlukan pemulihan energi. Selanjutnya juga kata dia perlu meningkatkan beberapa hal, dari segi fisik dan intensitas permainan yang kami inginkan.
“Kami juga perlu meningkatkan dominasi yang kami punya selama pertandingan dan membuktikan segala upaya lewat gol. Ketika kami punya peluang tapi tak bisa cetak gol, berarti kami perlu menciptakan lebih banyak peluang. Itu akan menjadi fokus kami jelang laga berikutnya,” jelasnya.
Terkait dengan kehadiran asisten pelatih timnas Indonesia kata dia, dirinya sangat senang bisa dilihat langsung oleh asisten pelatih timnas.
“Saya rasa mereka cukup fair, yang bisa menentukan masuk atau tidaknya ke timnya ya mereka. Tugas kami sebagai pemain yaitu menunjukkan penampilan sebaik mungkin. Mereka juga pasti tidak hanya melihat dari tiga golnya, tapi penampilan secara keseluruhan,” kata dia.
Nadeo sendiri sangat optimistis dengan kerja di lapangan. Dan selalu berusaha menunjukkan penampilan yang terbaik. Bahkan, semua pemain di BRI Liga 1 pasti ingin menunjukkan penampilan terbaik di klub dan proyeksi ke timnas yang sedang berjuang menembus Piala Dunia.*
Editor : Hasim Ilyas

