DARUBA – Talud penahan ombak sepanjang 142 meter di Desa Mandiri Kecamatan Morotai Selatan ambruk dihantam ombak air laut, hingga mengakibatkan abrasi dan mengancam rumah warga di sekitar tepi pantai.
Titik abrasi dari rumah warga hanya berjarak sekitar satu meter, sehingga pemilik rumah mengaku was-was jika air pasang, karena akan memperbesar abrasi yang otomatis mengancam fondasi rumah. Hal ini mendapat perhatian dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Pulau Morotai, Abubakar A Rajak yang telah melakukan pemantauan langsung di lokasi abrasi.
“Akan segera ditangani dan kita cari skemanya seperti apa, karena ini anggarannya tidak ada,” ungkap Abubakar A Rajak saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa (9/6).
Dia menjanjikan masalah talud di Desa Mandiri bisa diatasi tahun ini walaupun tidak ada anggaran dan pihaknya hanya membutuhkan uang solar untuk alat karena ini penanganan darurat. “Saya mempunyai armada, kalau di lihat dari sisi anggaran memang tidak ada, kalau dari sisi akal saya bisa bikin,” ujar Abubakar A Rajak. Yang terpenting talud desa Mandiri tidak dimasukan dalam item proyek untuk ditender karena kalau ditender nilainya cukup besar, misalnya kontrak harganya permeter Rp 4 juta dikalikan 142 meter berarti anggarannya sebesar Rp 568 juta, kalau pihaknya membuat hanya membutuhkan dana Rp 75 juta sudah cukup. (fay)

