Anggota Fraksi NasDem Ternate Dukung Plaza Gamalama Jadi RSUD, Minta Lakukan Analisa

Nurlela Syarif
Nurlela Syarif

TERNATE – Analisa kelayakan plaza Gamalama untuk dialih fungsikan jadi Rumah Sakit Umun Daerah penting untuk dilakukan Pemkot Ternate, sebelum ditrapkan. Analisa ini penting agar bisa diketahui dampaknya dan manfaatnya nanti.

Anggota DPRD Kota Ternate dari Fraksi Nasdem Nurlela Syarif mengatakan, skema yang ditawar kan atau yang dilakukan oleh Pemkot Ternate ini yang terpenting adalah analisa kelayakan gedung daripada Plaza Gamalama.

“Karena tata ruang, analisa AMDAL, lalu lintas, parkiran apakah ada pembebasan lahan dan paling urgent limbah medis IPAL itu yang paling urgent dari seluruh rangkaian,” katanya, pada Senin (14/4/2025).

Dikatakannya, selama Pemkot Ternate dapat memenuhi segala aspek tersebut maka langkah pemanfaatan plaza gamalama menjadi RSUD baik untuk ditindaklanjuti dengan catatan harus melakukan seluruh analisa kajian secara komprehensif sesuai standar rumah sakit.

Standar RS itu, lanjut politis NasDem ini, pertama harus dikelola oleh Dokter sebagai Direktur. Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan bagi dia ini jadi kategori paling penting.

“Saya melihat RSUD Kota Ternate menggunakan bangunan Puskesmas Kota dan itu mempengaruhi akreditasi semenjak dicanangkan belum ada bangunan yang representatif, dan status di pusat itu terdaftar gedung Puskesmas,” ungkapnya.

Selain itu kata, Kota Ternate punya Universal Health Coverage (UHC) hal itu jaminan kesehatan sementara. Kalau Kota Ternate tidak punya rumah sakut nanti percuma karena tidak ada uang yang masuk ke daerah.

Kemudian, Kota Ternate punya dokter spesialis begitu banyak, tapi mereka ini tidak bisa mengabdi belum lagi perawat dan lainnya. Dia khawatir jika tidak ada fasilitas representatif seperti rumah sakit maka mereka yang disekolah kan oleh Pemkot Ternate tapi justru mengabdi di tempat lain karena tidak ada fasilitas yang disediakan.

“Jadi dari aspek mudaratnya saya melihat banyak yang plus daripada minus, karena pemanfaatan aset ini baik namun dengan catatan studi kelayakan sampai Inspektorat mengeluarkan rekomendasi benar benar memenuhi syarat,” lanjutnya.

Jika syarat itu terpenuh bagi Nella silahkan dialih fungsi. Kalau dalam waktu dekat dia menyarankan agar digunakan konsultan yang benar benar paham agar seluruh proses berjalan dengan lancar. Dan DPRD pada prinsipnya akan mensupport.

Apalagi kata dia, sejak dibangun plaza Gamalama hingga kini tidak dapat dimanfaatkan karena tidak ada investor yang tertarik, menurutnya padahal alokasi anggaran yang digelontorkan untuk membangun Plaza Gamalama mencapai Rp 96 miliar yang bersumber dari (APBD), namun pasca dibangun sampai kini belum fungsikan.

Lanjutnya, pemanfaatan aset itu begitu penting daripada menjadi rumah bagi perilaku penyimpangan yang kemudian aset menjadi rusak. Maka langkah Pemkot Ternate untuk melakukan pemanfaatan justru tidak ada peminat meski nilai investasi sudah diturunkan.

“Maka dengan kondisi yang ada ketika Pemkot ingin membangun fasilitas kesehatan yaitu Rumah Sakit yang urgent. Menurut saya sangat positif, kenapa karena skema pembangunan Rumah Sakit itu yang pertama mau dibangun di reklamasi Kayu Merah itu senilai Rp 132 Miliar proyek multi years. Tetapi, niatnya untuk bangun Rumah Sakir dan sudah ada visibility studi dengan anggaran Rp 1,2 miliar tapi skema itu tidak berjalan sampai sekarang. Padahal sudah mendekati Rp 150 miliar untuk rencana pembangunan Rumah Sakit tapi tidak ada,” ungkapnya.

Selain itu menurutnya, skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
Skema kerja sama antara pemerintah dan PT. WIKA dengan skema pinjaman investasi dari pemerintah pusat yang dipangkas melalui DAK dan DAU Rp 1,6 Triliun.

Yang mana setiap tahun dalam 10 tahun akan memotong Rp 160 miliar dari APBD Kota Ternate. Namun kondisi PAD Kota Ternate tidak capai target Rp 150 miliar hanya di angka Rp 75 miliar rata-rata ini mau dipotong DAU dan DAK, hal ini nanti dapat membebani daerah.

Karena urusan pemerintahan yang lain seperti tidak bisa terlaksana. “Jadi kalau rencana mengalihkn Plaza Gamalama ke Rumah Sakit kami suport, tapi harus dilakukan analisa yang matang,” tandasnya.*
Editor : Hasim Ilyas