LABUHA – Tim Gugus Tugas percepatan penanganan dan pencegahan Covid-19 Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) sudah habiskan anggaran sekitar Rp. 21 miliar.
Anggaran sebesar itu dihabiskan terhitung selama 3 bulan, yakni Maret hingga Juni 2020. Penanganan covid-19 yang dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Halsel senilai Rp 22 miliar. Itu berarti kini anggaran tersisa Rp. 1 miliar.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Halsel Aswin Adam membenarkan, tim gugus tugas sudah habiskan anggaran sekitar Rp 21 miliar. “Anggaran untuk penanganan Covid-19 Kabupaten Halsel sementara ini hanya tersisa Rp 1 miliar lebih,” kata Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Halsel ketika dikonfirmasi, Selasa (16/6). Meski begitu, Aswin memastikan ada penambahan anggaran Covid-19 sebesar Rp 10 sampai Rp 15 miliar dalam APBD Perubahan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Bagaimana skenario penambahan? Aswin mengaku sementara masih dalam pembahasan dengan DPRD. “Untuk anggaran tambahan sementara masih dalam pembahasan dengan DPRD dan nanti direview oleh inspektorat,” jelas Aswin.
Menurut Kepala Inspektorat Halsel Slamet Ak, habisnya anggaran ini karena Kabupaten Halsel ditunjuk sebagai salah satu rumah sakit rujukan penanganan Covid-19, sehingga diperuntukan untuk kebutuhan kesiapan RSUD Labuha.
“Kita pengadaan 3 unit ventilator dalam aturan 12 bet minimal enam buah ventilator, namun kita pengadaan 3 unit karena Rp 900 juta per ventilator,” sebutnya. (nan)

