JAILOLO – Bupati Halmahera Barat angkat bicara terkait polemik status Stadion Gelora Kie Raha (GKR), yang kini jadi markas tim Kebanggaan Masyarakat Maluku Utara, Malut United. Bupati James bahkan menyesali polemik yang berkembang saat ini.
Menurutnya, persoalan aset yang diklaim Pemda Kabupaten Halbar dan Pemkot Ternate tersebut, dirinya juga belum mengantongi dasar hukum kepemilikan yang sebenarnya.
“Soal stadion ini, saya juga belum mendapatkan data-data yang akurat,” ungkapnya, pada Kamis (2/8/2025).
Dia bahkan menyesali, pemberitaan terkait Stadion Gelora Kie Raha, dia menyebut seharusnya hal itu tidak di sampaikan ke media untuk di publikasikan, karena masalah aset tersebut tanggung jawab dua Pemda yang seharusnya dapat duduk bersama untuk menyelesaikan aset tersebut, tanpa membuat para pencinta sepak bola di Maluku Utara kecewa.
“Ini kan namanya antar pemerintah, jadi tidak seharusnya di publikasi begitu sehingga membuat masyarakat resah, kalau secara administrasi belum klir, kita dapat melakukan pendekatan secara struktur tidak harus dipublikasikan begitu. Kalau sampai Malut United meninggalkan Maluku Utara yang rugi kita semua,” sesalnya.
Menurut Bupati, jika secara administratif lapangan Gilora Kie Raha menjadi masalah, seharunya kedua pihak baik Pemda Halbar dan Pemkot Ternate dapat menyelesaikan itu sehingga tidak merugikan tim Kebanggaan Masyrakat Maluku Utara yang sudah menyaksikan secara langsung liga 1 di Stadion Gelora Kie Raha
“Jadi kalau adminstrasinya belum klir ya pertemuan tertutup antara dua pemerinta daerah, jangan Jangan di publikasi akhirnya masyarakat Maluku Utara pencinta bola resah,” tutupnya.*
Pewarta : Faisal Noho

