JAILOLO – PDAM Halmahera Barat bersiap menaikkan tarif air periode 2023–2025. Kebijakan ini dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan pelayanan air bersih, di tengah minimnya dukungan anggaran dari pemerintah daerah.
Direktur PDAM Halbar, Robert, menegaskan tanpa penyesuaian tarif, perusahaan daerah itu bisa kolaps dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan.
“Air bersih adalah kebutuhan dasar. Kalau PDAM tumbang, rakyat yang paling rugi,” ujarnya, Selasa (2/9/2025).
Ia menjelaskan sejak 2023 hingga 2024, PDAM tidak menerima penyertaan modal dari Pemda Halbar. Padahal, tambahan modal daerah menjadi penopang utama operasional.
Meski demikian, ada secercah harapan. Pada 2023, Balai Kementerian berhasil menghidupkan kembali jaringan SPAM Kecamatan Ibu yang mangkrak tujuh tahun. Fasilitas itu kini melayani delapan desa.

