Lestarikan Bahasa Ternate, Dinas Kebudayaan Gelar Festival Tunas Bahasa Ibu

Muslim Gani Saat Menyampaikan Laporan
Muslim Gani Saat Menyampaikan Laporan

TERNATE – Dalam rangka untuk melestarikan bahasa daerah Ternate, Dinas Kebudayaan Kota Ternate menggelar Festival Tunas Bahas Ibu tahun 2025, kegiatan yang mengangkat tema “MERAJUT KEBERSAMAAN, LESTARIKAN KEBUDAYAAN, CINTAΙ BAHASA TERNATE MALALUI FESTIVAL TUNAS BAHASA IBU”.

Kegiatan yang dipusatkan dibenteng Oranje ini diikuti 132 siswa dari 88 SD dan SMP yang ada di Kota Ternate, dibuka langsung Wakil Wali Kota Ternate Nasri Abubakar, yang dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan Kota Ternate Muslim Gani beserta jajaran Dinas Kebudayaan, Kepala Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara, para pejabat Dinas Kebudayaan dan para perwakilan sekolah.

Kepala Dinas Kebudayaan Muslim Gani dalam laporannya mengatakan, bahasa daerah merupakan salah satu identitas bangsa. Oleh karena itu, perlu di lestarikan bahasa daerah melalui peningkatan kesadaran dan melakukan kampanye-kampanye bahasa daerah.

“Untuk melakukan pelestarian bahasa daerah tersebut maka salah satu cara dengan melakukan Festifal Tunas Bahasa Ibu (FTBI),” katanya.

Menurutnya, berdasarkan laporan UNESCO, setiap dua minggu terdapat satu bahasa daerah di dunia yang mengalami kepunahan. Penyebabnya karena bahasa tersebut sudah tidak lagi digunakan. Karena itu, pemerintah daerah melalui Dinas Kebudayaan melakukan pelestarian terhadap bahasa daerah Ternate.

“Dengan demikian kami mengajak dan menyadarkan kepada semua pihak bahwa melestarikan bahasa daerah merupakan tanggung jawab bersama. Hal ini berarti baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah serta masyarakat secara bersama-sama melastarikan dan mengembangkan bahasa daerah,” ungkapnya.

Dikatakannya, apalagi pada tanggal 7 Oktober 2025 lalu, TIM Warisan Budaya Tak Benda Indonesia telah menetapkan 3 warisan budaya tak benda kota Ternate sebagai warisan Budaya Tak Benda Indonesia. Ketiga warisan budaya tak benda tersebut diantaranya Bahasa Ternate, Ngogu adat dan Tuala Lipa.

“Oleh karena itu, Bahasa Ternate sudah di tetapkan sebagai warisan Budaya Tak Benda Indonesia,” tandasnya.

Muslim menyebut, tujuan Pelaksanaan FTBI yakni menumbuhkan rasa cinta dan kebanggaan terhadap Bahasa daerah Ternate, kemudian Menjaga, melestarikan serta mengembangkan bahasa daerah Ternate sebagai bagian dari identitas budaya di Maluku Utara dan budaya bangsa, dan memberikan ruang kreasi, ekspresi, serta apresiasi bagi generasi muda khususnya para siswa SD & SMP dalam menggunakan Bahasa Ternate, serta menjadi ajang untuk mencari peserta yang terbaik untuk mengikuti Festival Tunas Bahasa ibu di Tingkat Provinsi.

Muslim mengatakan, peserta lomba Festival Tunas Bahasa Ibu Terdiri dari siswa SD dan SMP di Kota Ternate, terdiri dari SD di Kecamatan Ternate Utara: 13 sekolah sebabyak 26 Orang. SD di Kecamatan Ternate Tengah sebanyak 19 sekolah dengan jumlah peserta 38 orang, SD di Kecamatan Ternate Selatan diikuti 17 sekolah sebanyak 34 orang, SD di Kecamatan Ternate Barat 17 sekolah dengan peserta 34 orang, SD di Kecamatan Ternate Pulau Ternate sebanyak 10 sekolah dengan peserta 20 orang,  serta SMP sebanyak 12 sekolah dengan jumlah peserta 26 orang.

“Peserta yang mengikuti Lomba Festival Tunas Bahasa ibu adalah 132 orang,” sebutnya.

Mata Lomba yang diperlombakan dalam Kegiatan festival tunas Bahasa Ibu. Kata muslim, terdiri dari lomba pidato, lomba cerpen, lomb komedi tunggal, lomba puisi, lomba mendongeng, dan lomba tembang tradisi.

“Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari yakni dimulai pada 13 sampai15 Oktober 2025 bertempat di pandopo benteng orange,” tutupnya.*
Editor : Hasim Ilyas