Husni Bopeng Diduga Batasi Ruang Gerak Anggota Deprov Malut

Dua Fraksi walk Out Pada Sidang Paripurna

SOFIFI – Dua fraksi Partai Gerindra dan Partai Hanura walk-out atau keluar dari ruang rapat paripurna DPRD Malut terkait dengan jawaban kepala daerah terhadap pandangan umum fraksi-fraksi atas rancangan peraturan daerah tentang APBD tahun 2026.

Rapat Paripurna yang dipimpin langsung wakil ketua DPRD Malut Husni Bopeng dihadiri wakil Gubernur Malut Sarbin Sehe, tetap dilanjutkan paripurna, Rabu (22/10).

Amatan wartawan saat sidang paripurna DPRD Malut baru dibuka sejumlah anggota langsung layangkan instrupsi, namun wakil ketua tidak memberikan kesempatan.

Hal ini membuat anggota DPRD Malut dari fraksi Partai Hanura dan Gerindra Walk Out dari ruang paripurna, selain itu satu anggota DPRD Malut dari Partai Golkar juga ikut sikap fraksi Hanura dan Gerindra walk Out.

Informasi ini  yang dihimpun wartawan, sikap Walk Out dari Partai Gerindra karena tidak hadiran Gubernur Maluku Utara, beberapa kali paripurna DPRD Malut.

Tidak sampai disitu, setelah wakil Gubernur Malut Sarbin Sehe menyampaikan jawaban pandangan fraksi, anggota DPRD Malut dari Fraksi Golkar Agriati Yulin Mus mengajukan instruksi pada pimpinan terkait dengan rencana penghapusan tunjangan tambahan pegawai (TPP) ASN, Husni langsung memotong bahwa apa yang disampaikan Yulin Mus telah dijawab oleh Wagub Malut.

Politisi Perempuan partai Golkar itu tidak menerima sikap Husni Bopeng yang memotong penyampaian, Yulin langsung membalas dengan nada keras, akhirnya adu mulut antara anggota dan pimpinan DPRD dalam rapat paripurna tersebut.

Yulin menilai pimpinan sengaja membatasi ruang bagi anggota DPRD Malut untuk menyampaikan pendapat di ruang paripurna ini.

Akibat adu mulut, mikrofon Yulin Mus sengaja dimatikan, sementara mikrofon anggota lain Muksin Amrin, dan Ali sangaji menyala dan menyampaikan pendapat, setelah itu Husni melanjutkan rapat dengan menutup paripurna, dengan mengabaikan instruksi dari Yulin Mus.(ril)