TIDORE – Gugus Tugas Covid-19 Kota Tidore Kepulauan kini menyiapkan skema penanganan lonjakan signifikan pasien positif Covid-19 di wilayah Kota Tidore Kepulauan, karena saat ini Kota Tidore adalah daerah terbanyak kedua kasus positif covid-19 sebanyak 127 kasus terkonfirmasi positif di Malut.
Ketua Bidang Perencanaan, Analisis dan Data, Idris Sudin, saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, hal tersebut adalah agenda terpenting, tentu ini sudah terprediksi apalagi saat ini masih banyak antrian data swab yang belum tuntas, sehingga banyak kasus terkonfirmasi positif Covid-19 untuk Kota Tidore,” Itu (skema) sudah terpikirkan terlebih dahulu, sehingga kita melakukan koordinasi dengan pihak LPMP untuk menyiapkan tambahan tempat karantina itu,” ungkapo lelaki yang juga merupakan Rektor Universitas Nuku Kota Tidore Kepulauan itu.
Kata Idris, Eskalasi ini akan terkontrol jika sudah ada alat,Dan saat ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Maluku Utara terkait dengan alat,” Alhamdulillah, agenda pengadaan alat itu, kita sudah joint dengan Provinsi, mudah-mudahan dengan adanya alat itu semoga tidak terjadi lonjakan secara signifikan kayak kemarin,” ucapnya.
Selain skema penambahan tempat karantina, Idris mengatakan, Skema yang kedua saat ini dalam penanganan penyebaran virus corona atau covid-19 yang sementara jalan adalah Perwali Nomor 20 Tahun 2020 tentang protokol kesehatan.
Ditanya terkait dengan pemisahan tempat karantina bagi pasien yang berstatus OTG, ODP, PDP, dan Positif saat di karantina guna untuk memutuskan mata penularan virus corona atau covid-19, Idris menyampaikan bahwa hal itu ada, hanya saat Gugus Tugas masih krisis dengan tempat karantina,” Yang terjadi saat ini karena krisis tempat, Jadi pemisahan itu dilakukan dilokasi karantina, pemisahan itu dilakukan petugas dilapangan, untuk menjaga jarak dengan pasien positif baru,” tuturnya.
Idris menambahkan, adapun perencanaan secara teknis yang lain sementara akan dipikirkan bagaimana berdasarkan perkembangan situasi. (ute)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

