TIDORE – Ketua Komisi II DPRD Kota Tidore Kepulauan, Abdurrahman Arsyad, menyoroti kondisi Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kecamatan Tidore Timur, yang dinilai memprihatinkan dan berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.
Abdurrahman menyebutkan, terdapat dua jenis PJU di lapangan, yakni PJU yang menggunakan listrik PLN dan PJU berbasis tenaga surya (solar cell). Namun, PJU solar cell di Kecamatan Tidore Timur mengalami kerusakan total dan tidak lagi berfungsi.
“Kami berharap dinas terkait segera mengambil langkah, karena PJU ini merupakan aset dari balai. Jika pemeliharaannya masih menjadi tanggung jawab daerah, maka penerangan jalan di sepanjang jalur Kecamatan Tidore Timur minimal harus segera dinyalakan kembali,” tegasnya.
Akibat kerusakan PJU terdapat sejumlah wilayah di sepanjang Kecamatan Tidore Timur yang dilaporkan rawan akan kecelakaan, seperti di Kelurahan Tosa, Mafututu sampai Jikocobo. Untuk itu, pengelolaan dan pemeliharaan seharusnya bisa diprioritaskan, mengingat sebagian besar fasilitas penunjang sudah tersedia.
“Tiang dan kabel jaringan sudah ada, tinggal penggantian armatur lampu. Fasilitas pendukung seperti mobil forklift dan kabel jaringan juga tersedia,” ujarnya.

