Training Camp Malut United Diresmikan, Bersiap Seleksi dari Akademi Benfica

Peninjauan Training Camp Malut United
Peninjauan Training Camp Malut United

TERNATE – Setelah satu tahun dibangun Training Camp Malut United akhirnya diresmikan pada Senin (23/3/2026) berlangsung sukses. Kegiatan peresmian yang ditandai dengen peyerahan santunan kepada anak yatim ini dihadiri Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad) yang juga Ketua Dewan Pembina Malut United Letjen TNI M. Saleh Mustafa, Sultan Ternate Hidayatullah Mudaffar Sjah, Sultan Tidore Husain Sjah, Danrem 152 Babullah, Wakapolda Malut, Sekda Kota Ternate Rizal Marsaoly, Pengurus SSB, legend Persiter.

Dirut PT. Malut Maju Sejahtera (MMS) Dirk Soplanit dikesempatan tersebut mengungkapkan, mewakili owner Malut United David Glen dan Kenneth Yeheskiel pihaknya dari Direksi PT. MMS selaku badan hukum yang mengelola klub Malut United, menyampaikan ucapan selamat kepada Wakil Kepala Staf TNI-AD Letjen TNI M. Saleh Mustafa selaku Dewan Pembina Malut United.

Dia menjelaskan, pembangunan training camp Malut Unitedditandai dengan peletakan batu pertama oleh owner klub pada 1 Mei 2025, dimana fasilitas yang tersedia di training camp tersebut yakni 2 buah lapangan sepak bola dengan ukuran 72 x 100 meter dan 48 x 104 meter dengan kualitas rumput berstandar FIFA.

Dikatakannya, di training camp tersebut juga tersedia mes bagi pemain nasional dan official klub dengan tempat tidur sebanyak 22 buah serta satu ruang serba guna. Selain itu tersedia juga 14 bangunan tempat tinggal bagi para pemain asing dan keluarganya serta gedung dengan peralatan yang cukup memadai, hal ini bertujuan untuk menunjang dan menjaga kebugaran pemain Malut United, bangunan musalah dan mes karyawan serta dapur yang digunakan chief untuk menyiapkan makanan para pemain dan official.

“Akses jalan dalam areal training ground ini di aspal hotmix, dan ditanami pohon hias untuk memperindah training ground ini,” katanya, dalam sambutan.

Menurutnya, di training camp ini juga disiapkan fasilitas penunjang bagi pelaksanaan kegiatan akademi Malut United, untuk anak usia 7-9 tahun yakni asrama serta ruang belajar, baik berkaitan dengan pelatihan maupun pendidikan sepak bola namun juga untuk kegiatan belajar secara formal yang direncanakan dalam waktu dekat sudah terlaksana.

“Akademi sepak bola Malut Unted akan diselenggarakan atas kerja sama dengan Benfica dari Portugal, yang akan memberikan metodologi dan sistem pendampingan kepada Malut United,” ungkapnya.

Lanjut dia, Sport Lisboa e Benfica atau S.L Benfica adalah klub yang bermarkas di Lisboa, Portugal yang berdasarkan penilaian dari CIES Football Observatory menempatkan S.L Benfica diurutan pertama dari tujuh akademi unggulan tahun 2025/2026, disusul Barcelona dari Spanyol, River Plate dari Argentina, Ajax Amsterdam Belanda, Sporting Portugal, Boca Juniors Argentina.

“Jadi kita bekerja sama dengan klub Benfica, salah satu penyelenggara akademi yang pada tahun 2025/2026 menempati peringkat pertama dari tujuh akademi terbaik di dunia,” tandasnya.

Dia menyebut, sesuai dengan cita-cita dari owner klub, peserta yang akan diseleksi untuk bergabung dengan akademi tersebut yakni anak yang berusia 7-9 tahun sebanyak 70 orang, dengan status anak yatim piatu dan anak yang kondisi ekonomi orang tua dalam keterbatasan.

“Akademi sepak bola ini akan mengembangkan potensi anak usia dini untuk kelak menjadi pemain sepak bola profesional, untuk bisa sampai pada level internasional, jadi bukan hanya level nasional dan dibekali akhlak dan moral yang baik,” tandasnya.

Untuk itu dalam penyelenggaraan pendidikan nanti kata Dirk, pihaknya akan berkonsultasi dengan Kemenag Malut berkaitan dengan konsep pendidikan pesantren untuk anak muslim, sementara yang beragama Kristen bentuk pembelajarannya akan ditetapkan kemudian.

“Hal itu akan diterapkan dalam lingkungan training camp Malut United ini, nama akademi ini akan di launching dalam waktu akan datang setelah kedatangan instruktur dan tim pelatih dari Benfica, semula dijadwalkan di launching pada 7 Maret yang lalu di Gelora Kie Raha namun terkendala akibat situasi perang, sehingga kedatangan dari tim Benfica mengalami penundaan, dan sekarang kami menunggy jadwal kedatangan mereka untuk menetapkan waktu launching akademi ini, yang selanjutnya dilakukan seleksi akademi dari tim Benfica,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa menilai keberadaan Training Camp Malut United FC akan memberikan dampak positif yang lebih luas dalam kehidupan masyarakat Maluku Utara.

“Melalui fasilitas olahraga yang berkualitas, kita tidak hanya mencetak prestasi, tetapi juga membangun budaya sportif, semangat, dan kehidupan masyarakat yang lebih baik. Saya rasa hal tersebut nantinya akan lahir dari sini,” katanya.

Peresmian training camp ini menjadi langkah awal Malut United FC dalam membangun ekosistem sepak bola yang berkelanjutan di Maluku Utara, serta menjadi tempat terbukanya kesempatan, membangun harapan, serta berbagai kebahagiaan bagi banyak orang.*

Editor : Hasim Ilyas