Potensi Gempa Menurun, Warga Batang Dua Diminta Tenang

Rapat Koordinasi
Rapat Koordinasi

TERNATE- Untuk situasi pascagempa yang mengakibatkan di Kecamatan Batang Dua pada beberapa waktu lalu, Pemerintah Provinsi Maluku Utara bersama Pemerintah Kota Ternate dan BMKG menggelar rapat koordinasi yang dipimpin  langsung Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe, bertempat di Eks Crisan Ternate, pada Senin (13/4/2026).

Pada rapat tersebut, BMKG menyampaikan perkembangan terbaru untuk menjadi perhatian utama masyarakat, dimana ancaman tsunami dinyatakan telah berakhir dan tren gempa susulan terus menurun. Informasi dari BMKG ini dinilai mendesak untuk diketahui warga, terutama mereka yang saat ini masih mengungsi di wilayah pegunungan dan dataran tinggi.

Kepala BMKG Ternate Gede Eriksana Yasa menjelaskan, gempa besar memang lazim diikuti rentetan gempa susulan dengan durasi yang berbeda.

“Setiap prediksi suatu gempa yang besar itu pertama dulu, suatu gempa yang besar pasti ada rentetan gempa-gempa susulan. Berbeda masing-masing gempa. Ada yang sampai 2 minggu, ada yang sampai seminggu. Nah, di sini diprediksi 2 sampai 3 minggu,” katanya, usai rapat.

Menurutnya, sesuai hasil analisa BMKG diketahui kalau kekuatan gempa susulan diperkirakan berada pada level rendah hingga sedang dan tidak berpotensi tsunami.

“Jadi kekuatan gempa susulan antara 1,7 sampai 5 skala richter, atau dengan kekuatan maksimal 5 skala richter itu tidak akan bisa membangkitkan tsunami. Jadi menurut hasil analisa BMKG tidak akan ada tsunami lagi karena gempa susulannya sudah semakin menurun. 2 sampai 3 minggu tidak akan ada yang dirasakan seperti sekarang ini,” ungkapnya.

Dikatakannya, BMKG juga mencatat frekuensi aktivitas gempa terus menurun signifikan. Jika sebelumnya tercatat 49 kejadian, kini hanya sekitar 20 gempa dan mayoritas tidak dirasakan masyarakat.

Karena sesuai update sejak pukul 08.00 WIT, BMKG mencatat hanya 20 gempa, meskipun tidak dirasakan guncangan, namun tercatat oleh alatnya. Berbeda dengan sehari sebelumnya, yang tercatat sebanyak 49 kali gempa.
“Mungkin nanti malam lagi sudah menurun dari 49. Begitu seterusnya akan menurun 2 sampai 3 minggu dari prediksi kita demikian,” terangnya.

Untuk itu berdasarkan kondisi tersebut, BMKG merekomendasikan warga tetap siaga, tetapi tidak perlu lagi bertahan di kawasan pegunungan. Warga diminta memilih lokasi aman yang lebih dekat dengan permukiman, seperti halaman rumah atau pos pengungsian resmi.

“Kalau rumah ya kita ini aja, kalau memang rumah kita sudah retaknya banyak ya di halaman. Tapi kalau masih kuat sudah aman di dalam rumah karena gempanya sudah tidak besar,” ucapnya.

Sementara itu, Koordinator BMKG Provinsi Malut Desindra Deddy Kurniawan mengatakan, rapat bersama pemerintah daerah dilakukan untuk menyusun dasar kebijakan yang akan segera disampaikan kepada masyarakat.

Lanjut dia, saat ini masih banyak warga yang belum kembali ke rumah dan memilih mencari perlindungan di tempat yang dianggap aman. Karena itu, BMKG akan segera mengeluarkan rilis resmi mengenai analisis perkembangan gempa di Batang Dua.

“Tujuannya adalah untuk masyarakat pertama bisa tenang, kemudian mungkin juga langkah selanjutnya bisa mengarahkan masyarakat untuk bisa apa namanya turun kembali, tidak di atas gunung, di daerah-daerah dataran tinggi,” tutupnya.*
Editor : Hasim Ilyas