TERNATE – Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi (BP2RD) Kota Ternate hingga awal triwulan II tahun 2026 telah mencapai 28,2 persen atau sebesar Rp.45,1 miliar dari total target tahunan sebesar Rp159 miliar. Hal ini disampaikan Kepala BP2RD Kota Ternate Mochtar Hasim usai rapat dengar pendapat bersama Komisi II DPRD Kota Ternate bersama BPKAD pada Selasa (21/4/2026).
Dalam rapat tersebut BP2RD telah melaporkan capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga periode April 2026 ke Komisi II DPRD.
Kepala BPPRD Kota Ternate Mochtar Hasyim mengungkapkan, capaian pajak daerah menunjukkan tren positif di awal tahun anggaran ini. Sesuai data yang menyebutkan hingga 17 April 2026, realisasi pajak daerah telah mencapai Rp34,5 miliar atau sekitar 34 persen dari total target sebesar Rp102 miliar.
Mochtar juga menyebut, capaian pada sektor retribusi dan akumulasi PAD secara keseluruhan, dimana untuk Retribusi Daerah terealisasi sebesar Rp6,5 miliar lebih atau sekitar 15,54 persen dari target Rp40,250.000.000.
“Total PAD keseluruhan mencakup pajak, retribusi, dan hasil pengelolaan kekayaan yang dipi daerah lainnya, saat ini telah terkumpul Rp45,160.751.000 atau 28,28 persen dari total target tahunan sebesar Rp159 miliar,” katanya.
Dikatakan Mochtar, pihaknya menekankan bahwa BPPRD saat ini tengah fokus pada penagihan piutang pajak. Sejak menjabat pada Oktober 2025, ia berhasil menekan angka piutang daerah secara signifikan.
“Saat saya masuk Oktober 2025, total piutang berada di angka Rp39 miliar. Per April 2026 ini, piutang tersebut sudah menyusut dan tertagih hingga tersisa Rp24 miliar,” ungkap Mochtar.
Salah satu sektor yang menjadi primadona di triwulan ini adalah Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Dari target Rp6 miliar, realisasinya sudah menyentuh angka 50 persen atau sekitar Rp3 miliar. Keberhasilan ini disebut berkat langkah proaktif petugas di lapangan.
“Setiap ada permohonan baru yang masuk, tim kami langsung turun melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan nilai objek pajak yang terbaru dan akurat,” tambah Mochtar.
Lanjut Mochtar, dalam beberapa bulan ke depan di tahun anggaran 2026, BP2RD berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis pengelola retribusi. Pihaknya optimis target retribusi dapat meningkat hingga 40 persen pada bulan Juni mendatang.
Dia memastikan, sebagai leading sector, BPPRD akan terus membangun komunikasi dan melakukan pengawasan ketat guna menjaga tren penerimaan daerah agar tetap stabil dan memenuhi target yang telah ditetapkan bersama DPRD.
Sementara, Ketua Komisi II DPRD Kota Ternate Fahrijal S. Teng menegaskan, DPRD mendukung penuh inovasi yang tengah disiapkan BP2RD untuk menggenjot PAD di triwulan kedua, terutama melalui strategi ekstensifikasi dan intensifikasi.
Fahrijal mengungkapkan, pihaknya juga mengapresiasi langkah pemerintah saat ini yang sedang menjalin komunikasi intensif dengan pengelola dan penyedia jasa parkir.
“Kami berharap pencapaian di triwulan pertama ini bisa dimaksimalkan sehingga di triwulan kedua tetap stabil dan terus melampaui target. Kami mendukung 1000 persen langkah inovasi pemerintah, termasuk upaya penyelesaian piutang dan optimalisasi pemungutan pajak parkir yang insya Allah akan mulai dimaksimalkan bulan depan,” katanya.
Sembari menyebut, dengan koordinasi yang baik antara DPRD dan BP2RD, diharapkan target PAD tahun anggaran 2026 dapat tercapai secara maksimal guna mendukung pembangunan Kota Ternate.*
Editor: Hasim Ilyas

