HALTIM – Kali Kukuba di Desa Buli Asal-Wayafli, Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), Maluku Utara, diduga tercemar akibat adanya pembangunan infrastruktur listrik.
Pembangunan tersebut dilakukan untuk menunjang operasional pabrik baterai oleh PT Feni Haltim (FHT) bersama subkontraktornya yakni, PT Buka Bumi Konstruksi.
Dugaan pencemaran tersebut mulai beredar ketika beredar video yang berdurasi 1 menit 45 detik yang diunggah salah akun Facebook bernama Said Marsaoly yang juga merupakan Ketua Salawaku Institut.
Dalam rekaman tersebut terlihat jelas air sungai yang sangat keruh dengan sedimentasi lumpur tebal, bahkan telah menjalar hingga kawasan mangrove di Pesisir Teluk Buli. Tentu ini sangat mengancam.
“Kukuba adalah nadi utama kehidupan biota laut di Pesisir Teluk Buli. Di hulu kali ini beroperasi PT. Feni Haltim, perusahaan yang menangani infrastruktur pabrik baterai listrik,” kata Said dalam unggahan itu, Selasa (8/5/26).
Aktivitas proyek tersebut diduga kuat menjadi penyebab meningkatnya sedimentasi yang mencemari aliran sungai. Dampak dari kondisi ini tidak bisa dianggap sepele. Warga pesisir khususnya nelayan kini dihantui ancaman besar.
“Kalau mangrove sudah tertimbun lumpur, habis sudah. Ikan dan kepiting pasti hilang. Ini bukan cuma soal lingkungan, tapi soal kehidupan kami,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Selain itu, Said juga melontarkan kritik keras terhadap proses Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) proyek tersebut. Ia menilai kajian dilakukan secara tertutup dan tidak melibatkan masyarakat terdampak.
“Ini bukti Amdal dijalankan asal-asalan. Tidak ada transparansi, tidak ada partisipasi bermakna dari warga. Padahal mereka yang paling merasakan dampaknya,” ujarnya.
Said menambahkan, dugaan pencemaran ini sebagai konsekuensi dari kebijakan industrialisasi besar-besaran di Halmahera yang dinilai lebih mengedepankan investasi ketimbang keselamatan lingkungan dan masyarakat lokal.
Hingga berita ini dipublikasikan, pihak PT Feni maupun pemerintah daerah Halmahera Timur belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pencemaran Kali Kukuba tersebut.(cr-02)

