SSB IM Ternate Dapat Motivasi dari Empat Legenda Timnas Indonesia

Motivasi dari Legenda Timnas Rochy Putiray ke Pemain Muda SSB IM Ternate
Motivasi dari Legenda Timnas Rochy Putiray ke Pemain Muda SSB IM Ternate

TERNATE – Legenda hidup sepak bola Indonesia terdiri Jessi Mustamu, Rully Rudolf Nere, Berti Tutuarima dan Rochy Putiray disela kesibukan mereka berkesempatan memberikan motivasi kepada para pemain muda Sekolah Sepak Bola Indonesia Muda (SSB IM) Ternate saat coaching clinic yang dipusatkan di lapangan sepak bola Gambesi, pada Sabtu (16/5/2026).

Legenda Timnas Indonesia yakni Jessi Mustamu, Rully Rudolf Nere dan Berti Tutuarima mengatakan, untuk menjadi seorang pemain hebat, harus perbanyak latihan. “Jadi kuncinya hanya latihan, latihan dan latihan,” ungkap mereka.

Sementra mantan penyerang timnas Indonesia Rochy Putiray banyak membagikan kunci sukses bagi pesepak bola muda yang ingin menembus level profesional. Dalam arahannya, Rochy menegaskan, bakat saja tidak cukup untuk menjadi pemain bola hebat. Kunci utama yang wajib dimiliki oleh setiap pemain adalah disiplin.

Namun, ia menggarisbawahi bahwa disiplin tidak hanya diterapkan saat berada di lapangan atau saat dipantau oleh pelatih. “Kalau kamu mau main bola, harus disiplin. Disiplin ini disiplin jam latihannya, bukan di lapangan aja tapi di rumah juga. Makannya, tidurnya, jangan main HP! Ya, harus disiplin,” tegas Rochy di hadapan para pemain muda.

Rochy juga mengingatkan, agar para pemain tetap mengutamakan kewajiban sekolah mereka. Menurutnya, disiplin yang sesungguhnya adalah keseimbangan total antara aktivitas di dalam lapangan dan kehidupan di luar lapangan.

Selain masalah kedisiplinan, Rocky Putiray juga menyoroti masalah fisik dan gizi anak-anak di wilayah Indonesia Timur. Berdasarkan pengalamannya saat melakukan pencarian bakat (talent scouting) untuk tim nasional, fisik sering kali menjadi kendala bagi anak-anak daerah akibat kurangnya asupan gizi yang tepat.

Oleh karena itu, ia memberikan pesan khusus kepada para orang tua yang hadir untuk lebih memperhatikan makanan anak-anak mereka agar pertumbuhan fisik mereka bisa bersaing dengan pemain dari daerah lain seperti Jakarta.

“Saya di PSSI kalau dalam talent scouting untuk tim nasional, kita cari yang postur tubuhnya tinggi. Jadi kalau di rumah, makan yang bagus. Kalau kamu makan yang bagus, berarti fisik kamu juga bagus,” ujarnya.

Rochy meminta, seluruh pemain SSB Indonesia Muda Ternate untuk selalu menjaga semangat juang yang tinggi. Setelah sesi motivasi tersebut, para pemain dijadwalkan langsung melanjutkan agenda latihan terprogram guna mengasah kemampuan taktis dan kerja sama tim.Pertemuan ini diharapkan mampu menjadi pemantik semangat baru bagi talenta-talenta muda Ternate untuk terus bekerja keras demi menggapai impian menjadi pesepak bola profesional di masa depan.

Rochy mengungkapkan pengalamannya saat melihat pengelolaan akademi sepak bola profesional Malut United. Baginya, ada hal yang jauh lebih penting daripada sekadar urusan menendang bola namun juga ibadah.

Dikatakannya, di eranya dahulu, minimnya pemain asing memberikan keuntungan bagi pemain lokal untuk bersinar. Namun, kesuksesan yang ia raih di masa lalu bukanlah pemberian cuma-cuma, melainkan hasil dari kerja yang sangat keras.

​Rochy mengingatkan, para pemain muda Ternate bahwa tantangan di era modern jauh berbeda. Saat ini, fasilitas dan keberadaan SSB sudah sangat menjamur. Namun, ia menyayangkan banyak pemain muda yang gagal karena hancurnya fondasi dasar dalam diri mereka. Ia pun membeberkan 5 hal krusial yang wajib dijaga yakni mental, karakter, attitude (Sikap), disiplin dan karakter di luar lapangan.

“Kalau kamu tidak punya lima hal ini, bukan cuma di main bola, di semua tempat kamu akan susah,” tuturnya.

Menurutnya, urusan taktik dan teknik di lapangan sangat mudah untuk dilatih, tetapi lima faktor internal tersebut harus lahir dari dalam hati masing-masing pemain.

Dia mengungkapkan, kunjungannya ke Ternate bukan sekadar memberikan petuah. Namun dia membawa angin segar dengan membuka kesempatan bagi talenta terbaik Ternate untuk bergabung dengan Akademi WBSC di Bandung, sebuah akademi yang memiliki tim di Liga 3 dan Liga 4.

​Rochy menjelaskan,  akademi tersebut menyediakan fasilitas gratis total, mulai dari sekolah, tempat tinggal, hingga konsumsi bagi pemain yang lolos seleksi. Ia mencontohkan program serupa yang baru saja ia lakukan tiga bulan lalu di Lahat, Palembang. Dimana dari 10 anak yang dipantau, ada 2 anak yang berhasil diboyong ke Bandung setelah melalui pemantauan karakter selama satu bulan.

​”Saya minta izin dari para pengurus di sini, orang tua, jadi kalau ada yang bagus, izin saya akan bawa kabur ke Bandung. Saya tinggal di atas, di tempat basecamp-nya Malut United  itu. Dua lapangan yang luar biasa, mes tempat tinggal yang luar biasa, semoga nanti ada yang dari sini ke sana,” harapnya.

Sementara, Head Coach Indonesia Muda Ternate Achmad “Lodja” Idrus dikesempatan tersebut menyampaikan, rasa terima kasihnya atas kehadiran sang legenda yang telah membakar semangat dan membuka jalan bagi masa depan anak-anak Ternate di kancah sepak bola nasional.*
Editor: Hasim Ilyas