TERNATE – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ternate melaksanakan kegiatan Pembahasan Lima Indikator Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Berbasis Kinerja dalam rangka Counter Verification Data (CVD) Tahun 2026, yang berlangsung pada 3–8 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas pelaksanaan pengumpulan data CVD yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Kegiatan diawali dengan pertemuan koordinasi di Aula Dinas Kesehatan Kota Ternate yang dihadiri oleh tim periset pusat, Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara, Dinas Kesehatan Kota Ternate, RSUD Chasan Boesoirie, serta perwakilan puskesmas sampel yang menjadi lokasi verifikasi data. Selanjutnya, kegiatan dilaksanakan di sejumlah puskesmas terpilih, yaitu Puskesmas Jambula, Puskesmas Kalumpang, Puskesmas Kalumata, dan Puskesmas Sulamadaha.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate, dr. Fathiyah Suma, M.Kes dalam arahannya menyampaikan, Counter Verification Data merupakan bagian penting dalam memastikan kualitas data program kesehatan yang dilaporkan oleh daerah. Data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan menjadi dasar dalam perencanaan, penganggaran, pengambilan kebijakan, serta evaluasi program kesehatan secara berkelanjutan.
Menurut dr. Fathiyah, pelaksanaan CVD tidak hanya bertujuan mencocokkan angka capaian program dengan dokumen pendukung yang tersedia, tetapi juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program kesehatan di lapangan. Hasil verifikasi ini diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi pelayanan kesehatan di Kota Ternate.
Dalam kegiatan tersebut, tim periset melakukan verifikasi terhadap lima indikator utama BOK Berbasis Kinerja, yaitu Persalinan di Fasilitas Kesehatan (PF), Kunjungan Neonatal Lengkap (KNL), Imunisasi Dasar Lengkap (IDL), Tuberkulosis (TB), serta aspek pengelolaan BOK.
Proses verifikasi dilakukan melalui diskusi kelompok, telaah dokumen, penelusuran data laporan, serta konfirmasi langsung kepada pengelola program dan bidan kelurahan pada wilayah sampel.
Berdasarkan paparan Dinas Kesehatan Kota Ternate, berbagai program kesehatan prioritas terus menunjukkan perkembangan yang positif. Namun demikian, masih terdapat sejumlah indikator yang memerlukan perhatian dan penguatan bersama agar target nasional dapat tercapai secara optimal. Oleh karena itu, kegiatan CVD menjadi momentum penting untuk meningkatkan akurasi pelaporan sekaligus memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, dan tenaga kesehatan di lapangan.
Dinas Kesehatan Kota Ternate menyambut baik pelaksanaan Counter Verification Data Tahun 2026 sebagai bagian dari upaya peningkatan tata kelola program kesehatan yang berbasis bukti dan data berkualitas. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat komitmen dalam menghasilkan data kesehatan yang valid, akurat, dan dapat dipercaya sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan kesehatan yang lebih efektif dan tepat sasaran.
“Data yang berkualitas akan menghasilkan kebijakan yang berkualitas. Karena itu, setiap capaian program harus didukung oleh data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan,” terang dr. Fathiyah.*

