Harga Cengkih Terjun Bebas Petani Menjerit

Cengkih

DARUBA – Petani cengkih di Kabupaten Pulau Morotai terpaksa gigit jari. Ditengah ekonomi  lesuh akibat wabah Corona, harga cengkih di Kabupaten Pulau Morotai justru  mengalami terjun bebas.

Harga cengkih biasanya berkisar  Rp 100 ribu perkilogram saat ini turun  hingga Rp 45 ribu perkilogram. Jabir Barani salah satu petani cengkih asal Desa Gorua Kecamatan Morotai Utara mengaku tak tahu apa penyebab turunnya harga cengkih. Kondisi tersebut jelas membebani petani cengkih.

“Tentu rugi lah, harga  anjlok  tak sesuai dengan tong punya tenaga, sehingga diharapkan Pemda Kabupaten Pulau Morotai dapat memperhatikan harga cengkih, termasuk juga harga  pala  dan kopra, apalagi sekarang  musim hujan  sehingga sangat bedampak,” ungkap  Jabir Barani.

Hal senada juga diutarakan Nurdin Jaenu, pembeli cengkih Desa Gorua. Ia mengakui harga cengkih  tahun ini memang turun drastis, sehingga keuntungan yang didapat juga tak seberapa. “Kalau jual mentah satu cupa itu Rp  3000 ribu kalau yang kering perkilogram Rp 45 ribu,” akunya.

Dengan mengikuti harga saat ini maka dirinya  mengalami  rugi, karena dia juga membeli dari petani dan dijual  kembali ke pedagang lain  yang ada di Bere-Bere. (fay)