TERNATE – Direktur Rumah Sakit umum Daerah Chasan Boesori Ternate, dr Syamsul Bahri menepis minimnya sumber daya manusia terkait pengoperasian mesin PCR (Polymerase Chain Reaction) sehingga belum bisa dioperasikan.
Mesin PCR ini merupakan bantuan dari Kementerian Kesehatan. dr Syamsul Bahri menyatakan pengadaan alat-alat medis sejak terkonfirmasi kasus Covid-19 bulan Maret 2020 dengan tujuan mendiagnosa pasien baru sebatas menggunakan mesin PCM.
Pengadaan mesin PCM ini sudah lama dioperasikan, untuk penanganan pasien TBC maupun HIV AIDS. Mesin PCM ini tersebar di rumah sakit Tobelo, rumah sakit Tidore, rumah sakit Ternate dan Puskemas Kalumata.
Sementara mesin PCR itu baru belakangan ini didatangkan. Dia menuturkan, pengadaan mesin atau alat yang ada harus safety aman terkendali karena alat tersebut mengindetifikasi virus hidup yang dikhawatirkan menyebar keluar.
“Untuk syarat ruangan saja hanya terdapat di rumah sakit Chasan Boesori, jadi tidak segampang mengoperasikan mesin PCM itu,” tutur Syamsul Bahri kepada media ini, Rabu (8/7). Menurut dia, sementara mesin PCR bisa dioperasikan, namun membutuhkan latihan atau uji coba pengoperasian.
Mesin harus diinstalkan terdahulu kemudian belajar dioperasikan supaya benar-benar dipertanggungjawabkan kebenarannya. “Prinsipnya bisa dioperasikan namun butuh proses pelatihan sementara waktu,” ujarnya.
Dia menegaskan sumber daya manusia di rumah sakit Chasan Boesori terdapat dua dokter spesialis patologi klinik. Mereka sekolah laboratorium hingga bertahun-tahun sehingga menunggu Litbangkes untuk menguji coba mesin itu bersama kedua dokter spesialis tersebut. Setelah masa uji coba atau pengawasan Litbangkes selesai, selanjutnya pihak rumah sakit Chasan Boesori akan menjalankan sendiri karena memang prosedur alat medis harus seperti itu.
Untuk tenaga mengoperasikan satu mesin PCR bisa satu orang ditambah kordinator keamanan pelayanan, sehingga dikerjakan benar-benar terkontrol.
Karena itu, dia berharap apabila ada warga merasa sakit cepat meminta pertolongan. Kalaupun terinfeksi Covid 19 minimal mengisolasi diri sendiri supaya jangan tertular ke orang lain. (dex)

