Nurlaela Desak Pecat Oknum ASN Pelaku Seksual

Nurlaela Syarif
Nurlaela Syarif

​TERNATE – Kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak di wilayah Maluku Utara kembali mencuat dan berada pada level yang mengkhawatirkan.

Anggota Komisi III DPRD Kota Ternate Nurlaela Syarif mendesak, Wali Kota Ternate dan Gubernur Maluku Utara untuk mengambil tindakan tegas berupa pemecatan tidak hormat terhadap oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terlibat dalam aksi kekerasan seksual.

Desakan dari Nurlaela ini muncul setelah adanya laporan pada Sabtu (20/6/2026) mengenai oknum guru agama di salah satu Sekolah Dasar (SD) yang juga pengasuh Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di Ternate, yang tega mencabuli santri perempuannya yang baru berusia 10 tahun secara berulang kali. Selain kasus tersebut, terdapat pula insiden lain yang melibatkan oknum ASN Pemerintah Provinsi terkait aksi begal payudara.

“Ini tamparan keras buat kita semua. Rumah, sekolah, tempat mengaji dan tempat-tempat yang seharusnya paling aman bagi anak-anak kita, kini justru menjadi rawan. Saran kami, (para pelaku) dipecat secara tidak hormat,” pinta Nurlaela.

​Nurlaela menilai, fakta bahwa pelaku merupakan oknum pamong masyarakat atau ASN menjadi peringatan keras bagi seluruh elemen masyarakat. Ia menyatakan bahwa saat ini Ternate berada dalam status waspada dan darurat predator anak.

Sebagai langkah preventif, Nurlaela membagikan formula “4 Jangan” bagi para orang tua untuk melindungi anak dari ancaman predator seksual diantaranya:

​Jangan pernah lengah, karena pelaku bisa siapa saja, bahkan orang dengan kedok agamis atau status sosial terhormat.
​Intenskan komunikasi dengan anak, dengan mendengarkan cerita mereka sepulang sekolah atau TPQ menggunakan kasih sayang agar anak merasa aman untuk jujur.

Edukasi seksual sejak dini, dengan mengajarkan bagian tubuh pribadi yang tidak boleh disentuh orang lain dengan alasan apa pun.

Saling jaga lingkungan, dengan tidak bersikap diam jika melihat perilaku mencurigakan di sekitar tempat tinggal.
​Nurlaela juga mengajak, seluruh lapisan masyarakat Ternate untuk tidak menganggap tabu pelaporan kasus kekerasan seksual. Ia menekankan perlunya keberanian untuk bersuara demi melindungi masa depan anak-anak dari ancaman predator seksual.*
Editor : Hasim Ilyas