Pelaku Usaha di Bandara Babullah Keluhkan Biaya Sewa ke DPRD

Bandara Sultan Babullah Ternate
Bandara Sultan Babullah Ternate

​TERNATE– Tingginya biaya sewa yang dibebankan ke pelaku usaha dalam kawasan bandara, dikeluhkan. Pada Selasa (23/6/2026) sebanyak 15 pelaku usaha yang beraktifitas d Bandara Sultan Babullah mendatangi DPRD Kota Ternate untuk menyampaikan sejumlah keluhan terkait operasional bisnis mereka.

“Jadi ada 15 pelaku usaha yang datang ke DPRD untuk menyampaikan aspirasi mereka berkaitan dengan biaya sewa yang mahal,” demikian disampaikan Ketua Komisi II DPRD Kota Ternate Fahrijan S. Teng.

​Dikatakannya, dalam pertemuan tersebut, para pedagang menyoroti dua masalah utama yang dialami, yakni tingginya biaya sewa dimana kondisi ini membuat pelaku usaha merasa keberatan dengan tarif sewa lapak atau bangunan di area bandara yang dinilai sudah tidak terjangkau.

“Untuk bangunan dengan fasilitas AC biaya sewa bisa mencapai Rp24 juta per tahun, sementara untuk bangunan tanpa AC biaya per bulan berkisar antara Rp2 juta hingga Rp7 juta,” ungkapnya.

​Dikatakannya, selain itu juga adanya kewajiban konsesi sebesar 5% dari total pendapatan yang dinilai memberatkan, mengingat pendapatan pelaku usaha dalam beberapa bulan terakhir mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Merespons keluhan tersebut, DPRD Kota Ternate menyatakan akan memfasilitasi dialog antara pelaku usaha dengan pihak Unit Pelayanan Penyelenggara Bandar Udara (UPPJB) Sultan Babullah.

“DPRD berencana mengagendakan rapat dengar pendapat (RDP) untuk mencari titik temu dan solusi terbaik bagi kedua belah pihak,” terangnya.*
Editor: Hasim Ilyas