TERNATE – Pemerintah Kota Ternate melalui Dinas Koperasi dan UMKM Kota Ternate terus menggenjot penguatan ekonomi kerakyatan melalui optimalisasi peran koperasi dan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Saat ini, tercatat sebanyak 380 lembaga berbadan hukum koperasi di Kota Ternate, dengan 78 di antaranya merupakan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) yang tersebar di seluruh kecamatan dalam wilayah Pemkot Ternate. Hal ini disampaikan Plt. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Ternate Chairul Saleh Arief dalam laporannya pada pembukaan kegiatan Expo Taman Koperasi rangkaian dari Hari Koperasi Nasional ke-79 pada Jumat (10/7/2026).
Chairul dalam laporannya mengatakan, pentingnya sinergi antara koperasi dan pelaku UMKM. Menyikapi keterbatasan lahan untuk pembangunan gerai fisik (kios) untuk Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP), Pemkot Ternate saat ini menerapkan kebijakan inovatif yaitu “Gerakan Koperasi Non-Gerai”. Kebijakan ini sebagai tindak lanjut instruksi Wali Kora, untuk penggunaan fasilitas pemerintah untuk dijadikan gerai KKMP, seperti kantor kelurahan, gedung publik, hingga pasar, sebagai kantor operasional KKMP.
”Kami mendorong teman-teman koperasi untuk tidak menunggu pembangunan gerai fisik, tetapi fokus pada percepatan operasional badan usaha koperasi itu sendiri. Ini langkah taktis agar koperasi tetap berjalan dan produktif,” katanya.
Dikatakannya, guna memangkas gap yang selama ini terjadi antara koperasi dan UMKM, Dinas Koperasi telah melakukan pemetaan core business (usaha inti) di tiap kelurahan. Hasilnya, beberapa KKMP telah berhasil mengelola produk unggulan lokal, seperti pengolahan sagu stir dan bakso ikan di Pulau Hiri. Produk-produk ini nantinya akan disuplai melalui skema rantai pasok (supply chain) ke jaringan mitra bisnis.
Sementara, dalam upaya menaikkan kelas UMKM, Pemerintah Kota Ternate juga menggandeng pihak perbankan dan non-perbankan, seperti BSI dan PNM untuk memfasilitasi akses Kredit Usaha Rakyat (KUR). Langkah ini diambil mengingat penyerapan KUR di Kota Ternate masih perlu ditingkatkan dibandingkan wilayah lain di Maluku Utara sesuai laporan dari Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb).
”Kami berharap UMKM bisa naik kelas dengan pembiayaan yang tepat sasaran. Koperasi Merah Putih akan berperan sebagai ekosistem pembangunan ekonomi sekaligus pengawas program pemerintah di tingkat kelurahan,” tambahnya.
Dia menyebut, kegiatan peringatan Hari Koperasi Nasional di Kota Ternate tahun ini dipusatkan di parkiran ruko bisnis Mall Jati Land selama tiga hari, mulai 10 hingga 12 Juli 2026. Acara ini dimeriahkan dengan berbagai agenda, di antaranya: Expo/Pameran Koperasi, Business Meeting, Talkshow Motivasi, Pasar Murah, Pemeriksaan Kesehatan dan Aneka Perlombaan.
“Seluruh rangkaian acara ini terselenggara berkat dukungan penuh dari mitra sponsor dan menjadi satu-satunya rangkaian peringatan Hari Koperasi Nasional di Provinsi Maluku Utara yang dilaksanakan secara masif oleh Pemerintah Kota Ternate,” tandasnya.*
Editor : Hasim Ilyas

