TERNATE – Dinas Kesehatan Kota Ternate terus memperkuat tata kelola sarana, prasarana, dan alat kesehatan (ASPAK) sebagai bagian dari implementasi transformasi pelayanan kesehatan primer. Upaya tersebut diwujudkan melalui Pertemuan Teknis Pembinaan dan Pemetaan Sarana, Prasarana, dan Alat Kesehatan (SPA) yang berlangsung selama tiga hari dari tanggal 8–10 Juli 2026, di Aula Hotel Grand Majang, Kota Ternate.
Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari penanggung jawab ASPAK, pengelola sarana prasarana, petugas laboratorium, serta perwakilan Puskesmas, Pustu, dan Labkesmas se-Kota Ternate. Pertemuan tersebut menjadi forum untuk menyamakan persepsi sekaligus meningkatkan kapasitas pengelola fasilitas kesehatan dalam memastikan seluruh sarana, prasarana, dan alat kesehatan memenuhi standar pelayanan.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Dinas Kesehatan Kota Ternate dalam mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan yang berorientasi pada keselamatan pasien dan kepuasan masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate, dr. Fathiyah Suma, M.Kes dalam sambutannya menegaskan, keberhasilan pelayanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh kompetensi tenaga kesehatan, tetapi juga ditunjang oleh ketersediaan sarana dan alat kesehatan yang memadai serta didukung data yang akurat.
“Data ASPAK bukan sekadar laporan administrasi, tetapi menjadi dasar dalam menentukan kebijakan pembangunan kesehatan, pengadaan alat kesehatan, rehabilitasi fasilitas, hingga pemerataan pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” katanya.
Pada sesi materi pertama, dr. Fathiyah memaparkan Kebijakan Strategis dan Regulasi Sarana Prasarana dan Alat Kesehatan. Ia menjelaskan arah kebijakan transformasi pelayanan primer, implementasi berbagai regulasi kesehatan, serta pentingnya pemenuhan standar sarana dan prasarana sebagai bagian dari peningkatan mutu layanan kesehatan. Menurutnya, data yang akurat akan menghasilkan perencanaan yang tepat sehingga kebutuhan fasilitas kesehatan dapat dipenuhi secara bertahap dan merata.
Selanjutnya, Ns. Irma Suryani, S.Kep dari Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara menyampaikan materi Bimbingan Teknis Penguatan Sarana, Prasarana, dan Alat Kesehatan. Dalam paparannya, peserta dibekali pemahaman mengenai inventarisasi aset kesehatan, pemetaan kebutuhan alat kesehatan, pemeliharaan, kalibrasi, hingga strategi menjaga agar seluruh peralatan tetap laik fungsi dan aman digunakan dalam pelayanan.
Pada hari kedua, Hawa Hamzah, S.Kep., MPH menjelaskan bagaimana kualitas sarana dan prasarana berpengaruh langsung terhadap mutu pelayanan kesehatan. Menurutnya, fasilitas yang memenuhi standar akan meningkatkan keselamatan pasien, kenyamanan petugas, mempercepat proses pelayanan, serta mendukung tercapainya indikator kinerja pelayanan kesehatan.
Materi kemudian dilanjutkan oleh Winda Lestari, SKM mengenai Teknis Pengisian dan Validasi Data ASPAK. Peserta mendapatkan pendampingan teknis mengenai tata cara penginputan data, proses validasi, serta penyelesaian berbagai kendala yang sering dihadapi dalam penggunaan aplikasi ASPAK. Selain itu, peserta juga diberikan praktik langsung agar mampu menghasilkan data yang valid, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar penyusunan kebutuhan sarana dan alat kesehatan.
Sementara itu, Muhammad Asri, SKM menyampaikan materi tentang Pengelolaan Peralatan Kesehatan, mulai dari proses perencanaan, pengadaan, pencatatan inventaris, distribusi, pemeliharaan, kalibrasi hingga penghapusan alat yang sudah tidak layak pakai. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antar pengelola barang dan penanggung jawab ASPAK agar setiap mutasi alat kesehatan tercatat dengan baik sehingga tidak terjadi perbedaan antara kondisi lapangan dan data dalam sistem.
Selain pemaparan materi, kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai persoalan yang dihadapi fasilitas kesehatan berhasil diidentifikasi, mulai dari masih rendahnya pemenuhan standar sarana dan prasarana di sebagian Puskesmas, ketidaksesuaian data ASPAK dengan kondisi riil, keterbatasan anggaran kalibrasi, hingga perlunya peningkatan kompetensi penanggung jawab ASPAK.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa masih terdapat sejumlah fasilitas kesehatan yang memerlukan pembenahan, baik dari sisi kelengkapan sarana maupun tata kelola data. Oleh karena itu, seluruh peserta bersama narasumber menyusun rencana tindak lanjut yang difokuskan pada pemutakhiran data ASPAK, peningkatan koordinasi dalam pengelolaan aset kesehatan, pelaksanaan pemeliharaan dan kalibrasi alat secara berkala, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia pengelola ASPAK.
Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kota Ternate berharap seluruh Puskesmas, Pustu, dan Labkesmas mampu membangun sistem pengelolaan sarana, prasarana, dan alat kesehatan yang lebih tertib, akurat, dan berkelanjutan. Dengan demikian, kualitas pelayanan kesehatan primer di Kota Ternate akan semakin meningkat sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan yang aman, berkualitas, dan merata sesuai standar yang telah ditetapkan.*
Editor : Hasim Ilyas

