Kredit Plus Ternate Angkat Bicara Soal Dugaan Kasus Penipuan Oknum Karyawan

TERNATE – Kantor Cabang Kredit Plus Kota Ternate, Maluku Utara, angkat bicara terkait kasus dugaan penipuan yang diduga dilakukan oleh oknum karyawan Kredit Plus berinisial WL dan temannya berinisial R.

Sebelumnya, pihak yang mengaku menjadi korban dalam kasus ini di antaranya, MRU (22), N (21), A (23), G (23), dan D (23). Pasalnya, mereka sempat memberikan Kartu Tanda Penduduk (KTP) kepada terduga pelaku untuk dilakukan pengajuan kredit berupa handphone dan mesin cuci.

“Terkait kasus ini, sebenarnya kredit plus yang justru dirugikan, karena pihak yang mengaku dirugikan itu juga menerima uang senilai Rp300 hingga Rp500 ribu,” kata Brans Het Kredit Plus Kota Ternate, Asri Mokoginta.

Bahkan, lanjut Asri, mereka juga secara sadar melakukan pengajuan kredit. Di mana datang ke toko dan melakukan foto transaksi serta terima barang. Kata dia, terlepas dari siapa yang nantinya menggunakan barang terserah mereka.

“Perlu kami sampaikan bahwa nasabah yang dirugikan jumlahnya tidak sebanyak yang disampaikan. Saat ini nama yang terdaftar di kredit plus hanya 25 orang,” ungkapnya.

Ia menyatakan, selama bekerja di kredit plus, WL tidak pernah melakukan proses nasabah sampai sebanyak itu. Bahkan saat ini yang bersangkutan juga tidak lagi aktif bekerja sejak bulan April 2026.

“Sekarang WL telah melarikan diri semenjak kita mulai mengidentifikasi masalahnya. Sementara temannya itu tidak bekerja di kredit plus, dia yang membantu WL cari konsumen,” ujarnya.

Asri menyatakan, dalam waktu dekat pihaknya juga bakal membuat laporan balik terhadap WL dan temannya. Entah siap yang ikut terseret biar pihak kepolisian yang menentukan.

“Kalau dari data yang saat ini kita miliki, total kerugian yang dialami pihak kredit plus sekitar Rp400 juta. Nominal barang yang diambil nasabah itu berbeda-beda,” pungkasnya.(cr-02)