TERNATE – Pemerintah Kota Ternate melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Sekretariat Daerah (Setda) mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan, kesiapsiagaan dan kewaspadaan. Imbauan ini dikeluarkan menyusul fenomena cuaca panas ekstrem serta peringatan dini angin kencang yang melanda wilayah Maluku Utara, khususnya Kota Ternate.
Plt. Kepala BPBD Kota Ternate Ferry Hamdany Woley mengatakan, memasuki puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada bulan Agustus hingga September, suhu udara di Kota Ternate terpikat relatif lebih panas, yakni berkisar antara 26 hingga 33 derajat Celsius.
“Kondisi ini sangat berpotensi memicu terjadinya kebakaran, baik kebakaran rumah maupun lahan terbuka. Sehingga warga diminta untuk terus tingkatkan kewaspadaan,” ungkapny, pada Rabu (22/9/2026
Menurut, sebagian besar kasus kebakaran akhir-akhir ini di Kota Ternate, termasuk insiden di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah maupun ilalang yang tidak terkontrol.
“BPBD mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan membakar sampah. Jika terpaksa melakukan pembakaran, warga diminta untuk melakukannya dengan ekstra hati-hati, selalu mengawasi prosesnya hingga selesai dan tidak meninggalkannya begitu saja demi mencegah meluasnya api,” tandasnya.
Selain itu kata dia, musim kemarau juga dikhawatirkan dapat menimbulkan krisis air akibat sumber air yang mulai mengering. Warga diminta untuk bijak dalam menggunakan air sehari-hari.
Selain ancaman kebakaran lanjut Ferry, BMKG juga merilis peringatan dini terkait potensi angin kencang akibat aktivitas siklonis di perbatasan bagian utara Papua yang memengaruhi kecepatan angin di Maluku Utara sejak tanggal 23–24.
“Dalam beberapa minggu terakhir, angin kencang telah menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga, terutama bagian atap di wilayah Ternate bagian utara. Masyarakat yang bermukim di sekitar pepohonan besar diimbau untuk berhati-hati terhadap potensi pohon tumbang,” terangnya.
Pemkot lanjut Ferry, bagi nelayan dan pelaku akpotivitas di laut, kondisi angin kencang membuat pelayaran dan aktivitas perairan menjadi kurang aman.
“Pemerintah Kota Ternate mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi resmi prakiraan cuaca yang dikeluarkan oleh instansi berwenang seperti BMKG dan BPBD guna mengantisipasi segala kemungkinan bencana alam tersebur,” ungkapnya.*
Editor : Hasim Ilyas

