JAKARTA— Prestasi membanggakan kembali diukir oleh generasi muda Provinsi Maluku Utara. Loveli Nesya Konyenye, siswi berprestasi dari SMA Negeri 1 Halmahera Barat, berhasil terpilih mewakili Provinsi Maluku Utara pada ajang bergengsi Jambore Generasi Hijau Tingkat Nasional Ke-12 Tahun 2026.
Ajang nasional yang diselenggarakan oleh Green Generation Indonesia ini berlangsung dari tanggal 21 hingga 26 Agustus 2026 di Jakarta. Seluruh peserta delegasi dari 38 provinsi di Indonesia dijadwalkan sudah berkumpul di Jakarta pada Jumat (21/8/2026) guna menghadiri acara pembukaan resmi yang dilaksanakan pukul 17.00 WIB.
Jambore Generasi Hijau merupakan wadah berkumpulnya para generasi muda terbaik dari seluruh penjuru Nusantara yang memiliki dedikasi dan kepedulian tinggi terhadap lingkungan hidup.
Perjalanan Loveli untuk meraih prestasi ini tidaklah mudah. Pada tahapan seleksi yang diselenggarakan secara daring di tingkat nasional, Loveli dituntut menyajikan video kampanye lingkungan bertema “Peran Generasi Muda dalam Pengelolaan Sampah”.
Dalam video tersebut, Loveli menyampaikan narasi serta gagasan konkret sebagai seorang green leader dalam menjaga lingkungan daerah, sekaligus mengajak pemuda-pemudi untuk aktif berpartisipasi dalam aksi peduli lingkungan. Gagasan yang dinilai solutif dan inspiratif tersebut berhasil meloloskannya hingga resmi ditetapkan sebagai peserta Jambore Nasional.
Selama enam hari penuh, para peserta yang telah tersaring ketat ini akan mengikuti serangkaian kegiatan edukatif dan inspiratif yang dirancang untuk memperkuat jiwa kepemimpinan, karakter berbudaya lingkungan, serta rasa tanggung jawab terhadap kelestarian alam.
Saat dikonfirmasi Loveli menyampaikan, rasa syukur yang mendalam atas keberhasilannya menjadi delegasi resmi Maluku Utara.
”Saya sangat bersyukur bisa lolos menjadi peserta. Kegiatan ini sangat berdampak positif karena mempertemukan generasi muda terbaik dari seluruh Indonesia yang telah terseleksi secara ketat di tingkat nasional. Tujuannya adalah untuk membentuk generasi muda yang peduli dan berbudaya lingkungan,” ujar Loveli.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi ajang penting melatih jiwa kepemimpinan dan rasa tanggung jawab sosial.
“Saya berharap ide dan gagasan yang saya bawa dapat berkontribusi nyata terhadap pembangunan daerah Maluku Utara, terutama dalam mendukung kelestarian lingkungan hidup, khususnya pada penanganan dan pengelolaan sampah yang bersifat partisipatif,” tuturnya penuh optimisme.*
