TOBELO – Sebanyak 117 titik api (hotspot) ditemukan di wilayah Halmahera Utara. Api yang tersebar di sejumlah wilayah itu menunjukkan ancaman karhutla kian mengkhawatirkan. Kondisi tersebut mendorong Pemkab Halut bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turun ke lapangan.
Pemkab Halut bersama Forkopimda melakukan kunjungan dan sosialisasi di dua lokasi, yakni Kantor Camat Tobelo Barat dan Kantor Camat Kao Teluk, Sabtu (19/9/2026).
Bupati Halut Piet Hein Babua meminta kepala desa menyampaikan kepada warga agar menghentikan pembakaran hutan dan lahan. Menurut dia, karhutla tidak lagi semata menjadi persoalan daerah, tetapi juga mendapat perhatian pemerintah pusat. “Jangan ada lagi aktivitas pembakaran hutan dan lahan dengan alasan apa pun,” tegas Piet.
Dalam pertemuan itu, Bupati juga meminta penguatan peran kamtibmas di tingkat desa. Ia mengapresiasi keterlibatan Forkopimda, pemerintah daerah, tim lapangan, dan masyarakat dalam menghadapi titik-titik api. “Siapa yang tanggap harus segera bergerak. Kita harus saling backup jika ada kejadian dari satu titik ke titik yang lain,” tandasnya.
Piet menekankan keselamatan petugas pemadam dan warga di sekitar lokasi kebakaran sebagai hal utama. Ketersediaan dan distribusi air juga diminta dikelola secara efisien agar kebutuhan pemadaman dapat terpenuhi.
