BOBONG – Warga Taliabu beberapa hari ini dikejutkan dengan belasan kasus reaktif covid-19 yang menimpah 16 tim gugus tugas di Bobong dan 1 orang perjalanan di Bobong sejak (13/7) lalu.
“Setelah dilakukan rapid test, ditemukan 16 orang reaktif, sampai saat ini baru saya diberikan ini (data) alasan penundaan oleh tim kesehatan maupun tim gugus karena ada beberapa qorang yang hasilnya kabur, jadi rapid test ulang, hari ini 18 orng, tapi sesungguhnya masih 17 karena yang satu orang hasilnya masih kabur dan hari ini harus dirapid test kembali,” ungka Sekertaris tim gustu Kabupaten Pulau Taliabu Sutomo Teapon, yang didampingi Kasatpol PP Haruna Masuku dan Kanit intel Polsek Taliabu Barat, kemarin.
Menghadapi kasus ini, warga diminta tidak panik dan tetap waspada dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. Sejuh ini sebanyak 10 yang dikarantina di penginapan Ila, yang lain dikarantikan di rumah dengan alasan yang bersangkutan tidak berbaur dengan keluarga. “Mereka tinggal sendiri dan membatasi aktivitas dengan orang lain dengan fasilitas tersendiri dan dipantau oleh tim medis,” jelas Sutomo.
Jumlah orang yang dinyatakan reaktif sejak tanggal 13 Juli tercatat 3 orang, tanggal 14 Juli dua orang, tanggal 15 Juli 8 orang. Hasil rapid test antara IGM dan IGG berbeda beda, yakni reaktif dan non reaktif. “Tapi hasil rapid testnya ada iGG ada IGM, jadi ada yang IGG-nya reaktif, IGM-nya negatif,” jelasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pulau Taliabu, Kuraisiya Marsaoly juga mengaku akan segera mengantar dan mengawal hasil swab 17 pasien tersebut. Dia bergara, warga tetap waspada dan tidak perlu panik karena Taliabu tetap zona hijau.
“Sore kita laksanakan sweb di rumah sakit, hasilnya besok tim gugus langsung antar hasilnya ke Ternate. Untuk hal ini tidak perlu panik, karena reaktif itu belum tentu positif dan sampai hari ini taliabu tetap zona hijau,” tegasnya di halaman kantor Bupati Kamis, (16/7) siang kemarin. (bro)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

