SOFIFI – Ketua DPRD Maluku Utara, Iqbal Ruray, mengingatkan pada Gubernur Malut Sherly Tjoanda agar organisasi perangkat daerah (OPD) memaksimalkan penyerapan anggaran, terutama pada masa pelaksanaan APBD Perubahan 2026.
Realisasi belanja sampai dengan 31 Agustus 2026 tercatat sekitar Rp1,59 T atau 56,18 persen, serapan belanja pegawai merupakan realisasi belanja tertinggi yaitu sebesar 76,21 persen belanja modal masih rendah dengan capaian baru mencapai 36,52 persen karena sebagian besar kegiatan infrastruktur masih dalam proses pelaksanaan pada semester I, sedangkan belanja jalan dan irigasi sekitar 43,03 persen.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena waktu pelaksanaan anggaran Tahun 2026 semakin terbatas.
Iqbal mengingatkan, rendahnya realisasi belanja berpotensi membuat anggaran kembali menjadi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA), sementara di sisi lain masih banyak kebutuhan masyarakat yang membutuhkan dukungan anggaran.
Menurutnya, persoalan tersebut menjadi perhatian DPRD dalam pembahasan APBD Perubahan. OPD diminta memastikan program yang telah dianggarkan benar-benar dapat dilaksanakan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
