LABUHA — Kemarau panjang mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan, kebun, dan lahan di sejumlah wilayah Halmahera Selatan. Kondisi ini tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga berdampak pada kebun warga yang menjadi sumber mata pencaharian.
Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba mengatakan pemerintah daerah terus memantau perkembangan kondisi di sejumlah wilayah, termasuk Pulau Obi, Kayoa, Makian, Bacan, Gane, Mandioli hingga Kasiruta.
Menurut Bassam, kebakaran yang terjadi di tengah kondisi cuaca kering menjadi perhatian pemerintah karena sejumlah tanaman produktif milik warga ikut terbakar. Kebun kelapa, cengkeh dan tanaman pertanian lainnya yang dirawat bertahun-tahun dapat rusak dalam waktu singkat.
“Saya ikut merasakan kesedihan masyarakat yang kebun dan tanamannya terbakar. Ada tanaman yang dirawat bertahun-tahun, menjadi sumber kehidupan keluarga, namun dalam waktu singkat harus terbakar akibat kondisi kemarau seperti ini,” kata Bassam.
Karena itu, Bassam meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan menghentikan sementara aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama pembakaran lahan dan sampah.
