MOROTAI – Suhu politik lokal di Kabupaten Pulau Morotai mendadak berada di titik didih. Menjelang penyelenggaraan Musyawarake-V Ikatan Keluarga Tidore (IKT) Kabupaten Pulau Morotai yang dijadwalkan bergulir pada 26 September 2026 mendatang di Gedung Pertemuan Kantor DPRD Kabupaten Pulau Morotai bursa perebutan kursi kepemimpinan mulai diwarnai dinamika ketat.
Meskipun panitia pelaksana hingga kini belum merilis daftar kandidat resmi, ruang publik telanjur dihangatkan oleh kemunculan foto visual sejumlah figur potensial di berbagai platform media sosial.
Kehadiran nama-nama beken ini sontak menyulut spekulasi liar di kalangan warga diaspora Tidore di bumi Morotai. Berdasarkan penelusuran di tengah dinamika komunitas, bursa calon Ketua IKT Morotai kali ini diisi oleh figur-figur strategis yang lekat dengan panggung birokrasi dan tata kelola pemerintahan.
Nama Mahli Aweng, yang saat inmenjabat sebagai Kepala Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) menjadi salah satu sorotan utama.
Kapasitasnya dalam mengelola sentra perikanan di Desa Daeo Kecamatan Morotai Selatan dinilai membawa nilai tawar tersendiri.
