TERNATE- Aktivitas belajar tatap muka dalam waktu dekat ini sudah bakal dilakukan Pemkot Ternate, saat ini masih mempersiapkan pedoman pembelajaran selama masa pendemic berlangsung.
Langkah ini dilakukan karena ada keluhan yang disampaikan oleh orang tua siswa dengan proses pembelajaran melalui system daring, karena orang tua kewalahan dengan biaya pulsa bahkan sebagian orang tua tidak memiliki handphone android.
Dan untuk persiapan pelaksanaan proses belajar tatap muka ini, maka pada Selasa (4/8) kemarin Dinas Pendidikan Kota Ternate menggelar rapat dengan kepala sekolah untuk mematangkan hal itu.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Ternate Ibrahim Muhammad mengatakan, rapat yang dilakukan ini dalam rangka untuk menindaklanjuti rapat antara Walikota dengan muspida, terkait dengan keluhan masyarakat tidak efektifnya pemberlakukan luring dan daring.
Dia memberikan sinyal nantinya sebelum proses pembelajaran melalui tatap muka dilakukan, maka besar kemungkinan dilakukan simulasi relaksasi terlebih dulu.” Karena keluhan masyarakat terkait dengan pulsa HP yang terbatas dimiliki oleh orang tua, maka pemerintah harus hadir menjembatani itu. Maka kemungkinan belajar tatap muka,” katanya.
Untuk itu, kata dia, Dinas Pendidikan diberikan mandat untuk membuka kegiatan belajar mengajar melalui tatap muka, bahkan seluruh mekanisme dan tekniknya diserahkan ke Dinas Pendidikan untuk mengatur. Sehingga pihaknya action dengan mengumpulkan seluruh jajarannya kemudian musyawarah kepala sekolah SMP (MK3S) dan kelompok kerja kepala sekolah SD (K3S). Untuk menggodok draft terkait dengan mekanisme pembelajaran serta penegakkan protokol covid-19.
Terkait dengan jadwal pelaksanaan belajar melalui tatap muka, kata dia, kesiapannya masih dimatangkan, namun dalam waktu dekat sudah diterapkan, tapi sebelum itu pihaknya masih melakukan simulasi di sekolah untuk melihat kesiapannya.” Jadi tidak semua siswa dihadirkan, kita melihat bagaimana kesiapan gurunya menerapkan aturan, jadi tahap awal ini kita rencanakan murid baru dulu, karena ketika pengenalan sekolah kemarin dilakukan melalui daring,” jelas dia.
Pihaknya, kata dia, masih mempertimbangkan terkait dengan resiko dan keselamatan siswa yang diutamakan, sebab bagi dia siswa di sekolah masih sulit diatur hal ini yang dikhawatirkan. “Jadi tadi itu persiapan untuk membuka aktivitas belajar melalui tatap muka, tapi saat ini daring dan luring tetap jalan terus,” tegasnya.(cim)

