BOBONG – Pelabuhan Bobong kini menjadi alternatif bongkar muat bahan bakar minyak (BBM) jenis premium, solar dan minyak tanah. Pasalnya, dermaga Talo yang selama ini menjadi tempat bongkar muat rusak.
Kendati aktivitas bongkar muat BBM itu tidak dibenarkan, karena harus punya pelabuhan sendiri. Amatan Fajar Malut, dua kapal pengangkut BBM terlihat bebas bongkar muat BBM di pelabuhan Bobong tanpa ada teguran dari pihak Syahbandar Bobong.
Kepala Syahbandar Bobong Kabupaten Pulau Taliabu, Abd.Rauf Suamole ketika dikonfirmasi mengaku, aktivitas bongkar muat BBM di Pelabuhan Bobong oleh kapal pengangkut BBM memang tidak dibenarkan aturan, namun hal itu ia sudah mengijinkan karena alasan kebutuhan masyarakat.
“Aturan memang benar kapal minyak itu tidak bisa bongkar BBM di atas pelabuhan. Hanya saja, ini persoalan kebutuhan masyarakat, makanya saya izinkan, karena jembatan Talo rusak kemudian selang mereka itu pendek,” kata Abd Rauf, Senin (03/08).
Meski begitu, pihaknya hanya izinkan satu kali ini saja. Setelah mereka balik ke Sanana dan balik mereka sudah ada selang panjang agar tidak menggunakan Pelabuhan Bobong sebagai aktivitas bongkar muat BBM. (bro)

