TERNATE – Dana Kelurahan (DK) tahap pertama kecamatan pulau Hiri hingga kini belum tersalur, sedangkan untuk tujuh kecamatan lain sudah dicairkan. Ini karena, kecamatan pulau Hiri belum mengajukan permintaan pencairan dana ke BPKAD Kota Ternate.
“Kalau dana kelurahan tinggal kecamatan Hiri, kalau yang lain sudah tersalur, ini karena permintaan dari kecamatan Hiri belum masuk,” kata Kabid Kasda BPKAD Kota Ternate M. Iksan Kamil, Kamis (6/8).
Padahal kata dia, semua kecamatan sebelumnya telah disampaikan, namun tinggal kecamatan Hiri yang belum ajukan permintaan. Penyerapannya sampai di bulan September untuk tahap satunya. “ Peruntukannya sesuai dengan kegiatan di masing-masing kelurahan,” ungkap dia.
Pada tahap pertama ini, dari alokasi anggaran sebesar Rp 27 miliar di APBD tahun 2020, dari pemerintah pusat kucurkan 50 persen, yakni sebesar Rp 13,5 miliar untuk 78 kelurahan di Kota Ternate. Sementara dana partisipatif pembangunan kelurahan (DPPK) belum tersalur.
Terkait DPPK, Kepala BPKAD Kota Ternate M. Taufik Jauhar mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Bagian Pemerintahan Setda Kota Ternate untuk dikoordinasikan ke kecamatan, agar diselesaikan operasionalnya. “ Sehingga ketika disalurkan ke kecamatan dan sampai ke kelurahan tidak ada masalah lagi, karena dana yang ada hanya bisa diakomodir operasional,” ungkapnya.
Kalau hal itu sudah tuntas, maka DPPK dikucurkan, sebab kata dia beberapa waktu lalu baru dicairkan dana kelurahan, namun untuk DPPK tidak ada masalah, karena tidak cair namun hanya operasional kelurahan. “ Kalau tidak salah (DPPK) itu 35 persen dari total anggaran Rp 10 miliar lebih, jadi sekitar Rp 3 miliar lebih untuk operasional 78 kelurahan,” tandasnya.(cim)

