BOBONG – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Pulau Taliabu, Sri Susiana Dewi Sopamena gagal mendapatkan rekomendasi partainya pada Pilkada tahun 2020.
Rekomendasi PDIP justru jatuh ke bakal pasangan calon Bupati Muhaimin Syarif dan Wakil Bupati Syafruddin Mohalisi sebagaimana yang telah diumumkan langsung oleh Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarno Putri di Jakarta, Selasa (11/8) kemarin.
Praktis, mantan Bidan ini gagal nyalon. Padahal, Susi digadang gadang bakal maju sebagai calon bupati Taliabu pada pilkada yang dihelat Desember mendatang. Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pulau Taliabu, Budiman Mayabubun mengatakan, tidak ada yang salah rekomendasi DPP PDIP yang telah memberikan kepada bakal pasangan calon Bupati Muhaimin Syarif-Syafruddin Mohalisi.
Budi beralasan, Syafruddin Mohalisi juga adalah kader PDIP, dan dianggap loyal untuk didorong menjadi Wakil Bupati. “Saya mau luruskan bahwa sesungguhnya rekomendasi yang dikeluarkan oleh DPP itu sudah sesuai mekanisme dan tahapan – tahapan di internal partai bahwa kader dan harus diutamakan. Dan Syafrudin Mohalisi telah memiliki KTA selaku anggota partai PDIP, jadi dia kader partai,” tegas Budiman, sekaligus menepis isu bahwa PDIP memberikan rekomendasi kepada bakal calon di luar kader partai.
Disinggung kenapa Safrudin Mohalisi yang notabene baru terdaftar sebagai anggota partai PDIP yang harus didorong DPP PDIP, bukan Ketua DPC PDIP, Sri Susiana Dewi Sopamena?, Budiman menjelaskan, alasan DPP terkait kader kader partai yang akan didorong untuk maju pada pilkada 2020 ini tidak terlepas dari dukungan partai lain dan elektabilitasnya.
Sementara Sri Susiana Dewi Sopamena hingga saat ini belum mendapatkan dukungan dari partai lainnya. “Alasan DPP adalah dukungan partai lainya menjadi alasan pertama, dan elektabilitas,” jelas Budi. Dengan dikeluarkan rekomendasi terhadap pasangan MS-SM, Budiman meminta seluruh kader wajib menangkan. (bro)

