Corona Lukai Ekonomi Malut

Ilustrasi

SOFIFI – Wabah virus corona rupanya berhasil bikin pertumbuhan ekonomi Maluku Utara (Malut) kontraksi. Akibatnya daerah-daerah di Indonesia termasuk Malut turut kena imbas seiring lesunya ekonomi bangsa ini. Hal ini terkuak dalam rapat daring antara Gubernur di Indonesia dengan Presiden Joko Widodo, Selasa (1/9).

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Malut, Samsudin A. Kadir mengungkapkan, rapat daring yang ditayangkan di Kediaman Gubernur Malut siang kemarin. Presiden Jokowi menanyakan kepada Gubernur se Indonesia termasuk Gubernur Malut, Abdul Gani Kasuba mengenai penanganan Covid-19 dan recovery ekonomi di Malut.

“Jadi pada dasarnya seluruh Indonesia ini terjadi penurunan pertumbuhan ekonomi. Sehingga Presiden menanyakan langkah yang telah diambil oleh masing-masing Gubernur terkait upaya Covid-19 maupun pemulihan ekonomi,” katanya.

Gubernur dalam rapat tersebut langsung melaporkan langkah antisipasi dan penanganan yang sedang dilaksanakan. Menurut Sekprov, kondisi Malut saat ini terselamatkan oleh ekonomi kerakyatan yang pada saat pandemi Covid-19 tidak terlalu goyang karena berada di pedesaan.

Meski begitu, kata dia, ada dua sector yang berhasil dilukai oleh virus corona. yakni di bidang ekspor ikan dan sektor pertambangan. Berbeda dengan masa 2017-20018, dimana pertumbuhan ekonomi Malut menjadi paling tertinggi se Indonesia. “Karena itu ketika kita berada di posisi minus 0, (koma) ini cukup jauh. Sehingga kita juga menjadi bagian dari yang diminta oleh Presiden untuk menyampaikan situasinya,” ungkapnya.

Diungkapkan, penurunan di dua sektor ini secara signifikan sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Karena itu, saat Pemprov sedang memikirkan upaya dan langkah untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi Malut.

Selain itu dalam rapat kemarin, Presiden juga mengontrol bantuan yang dikucurkan Pemerintah Pusat ke Daerah. “Semuanya sudah dalam proses, yang sedikit tadi dipersoalkan oleh Gubernur Jawa Timur adalah terkait dengan kartu pra kerja yang sangat sulit untuk orang mengakses. Kita sampai saat ini juga sangat sedikit sekali, bahkan belum ada cara mengaksesnya dan sebagainya, ini dipersoalkan dan pak Presiden telah memerintahkan kepada Menterinya untuk memperbaiki sistemnya,” ungkapnya. (nas)