TERNATE – Komisi III DPRD Kota Ternate menyarankan ke Pemkot Ternate melalui Dinas Pendidikan segera menyiapkan skema proses belajar mengajar melalui tatap muka, dan hal itu sebagian besar telah ditindaklanjuti Dinas Pendidikan sebagai instansi teknis di bidang pendidikan.
Anggota Komisi III DPRD Kota Ternate Nurlaela Syarif menyebutkan, Dinas Pendidikan telah merespon permintaan DPRD terkait dengan data yang diminta pada beberapa waktu lalu, berkaitan dengan respon orang tua siswa terhadap sistem pembelajaran tatap muka.
Bahkan kata dia, pernyataan orang tua siswa untuk klasifikasi TK sudah hampir 82 persen, SD 83 persen dan SMP 90 persen lebih, yang berharap sistem belajar mengajar di sekolah melalui tatap muka.
“Data tersebut dihimpun Dinas Pendidikan berdasarkan surat pernyataan yang diberikan oleh orang tua siswa, dengan catatan harus ada protap kesehatan yang dikedepankan,” katanya, Rabu (9/9).
Dikatakannya, Dinas Pendidikan juga mulai menyesuaikan apa yang disampaikan oleh DPRD, terkait dengan model pembelajaran di masa Covid-19, dan itu sudah dibuat persentasenya, sesuai dengan data, sistem belajar melalui saluran TV kabel itu persentasenya hanya 0,20 persen. Dan bagi dia, Dinas Pendidikan sudah berupaya terkait dengan proses belajar mengajar di masa pandemi.
“Ini usulan Dinas Pendidikan dalam pertemuan bersama DPRD, tidak hanya itu saja, sesuai agenda pembahasan KUA-PPAS APBD perubahan ini, anggaran pendidikan sistem belajar di masa pandemi yang diantisipasi dan berlangsung di bulan November, estimasinya berkisar Rp 4 miliar lebih untuk mengakomodir model pendidikan mengedepankan protap kesehatan, seperti masker, thermogun, tempat cuci tangan dan lainnya,” jelas dia.
Sementara untuk Kecamatan Moti, Hiri dan Batang Dua, kata dia, sudah masuk zona hijau, bahkan bisa dijalankan sistem belajar mengajar tatap muka dan alokasi anggaran juga harus disiapkan, agar protap kesehatan dapat dilakukan di sekolah.
“DPRD bersyukur karena sudah ada respon dari Dinas Pendidikan terkait dengan data, kalau seperti ini kan sudah tidak ada biaya yang harus dikeluarkan,“ tandanya.(cim)

