TERNATE – Pernyataan Bupati Halmahera Utara (Halut) Frans Manery, diduga menyebut orang Loloda Bodoh dikecam sejumlah paguyuban dan organisasi cipayung yang mengatasnamakan masyarakat peduli Loloda.
Di antaranya PB Formal Malut, PB Hippmamoro, HMI Cabang Ternate, GMKI Cabang Ternate, PMII Cabang Ternate, LMND Kota Ternate, Hipma Pabos, Sema Halbar dan Kerukunan Kelurga Loloda Malut.
“Solidaritas Peduli masyarakat Loloda mendesak Polda Malut tangkap dan adili Bupati Halut serta meminta Bupati Halut menyampaikan permohonan maaf dihadapan masyarakat Loloda atas pernyataan menyinggung etnis Loloda” tegas dalam rilis disampaikan, Minggu (20/9/2020).
Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Malut mengaku telah menerima laporan tentang masalah ketersinggungan etnis Loloda atas pernyataan oleh Bupati Halut Frans Manery.
“Ada salah satu perwakilan masyarakat Loloda melaporkan Bupati Halut ke Ditreskrimum Polda Malut,” kata kabid Humas Polda AKBP Adip Rojikan dikonfirmasi di ruang kerjanya pekan lalu.
Adip menuturkan, laporan ini sedang dikaji oleh penyidik terkait pernyataan bahasa yang menyinggung etnis orang Loloda yang dianggap bodoh. “Masalah itu saat ini kita akan dalami laporannya,” ujar AKBP Adip.
Dalam rekaman yang beredar di facebook Bupati Halut diduga dengan tegas membuat pernyataan intimidasi kepada warga berbunyi; ”Loloda itu saya kalah 5 tahun Ialu. Kita me pande, tara bodo sama dorang. Kita baru bikin dia p jalan. Dia p jambatan belum. Kita Kase tunggu. Ngoni Tunggu. Ngoni tara pilih jambatan tara jadi. Sekarang ngoni tara pilih itu so talalu sudah. Salam untuk kades-kades e. Apalagi kemarin saya so badaftar. Saya kase tahu saya so badaftar kades. Loloda itu jang lupa, itu saja,” kata Frans dalam penyerahan Bansos di Kecamatan Kao Barat yang viral beberapa waktu lalu. (dex)

