TERNATE – Permintaan sejumlah nelayan di pantai Kalumata, agar kegiatan penimbunan di lokasi reklamasi oleh Pemkot Ternate, untuk dibuatkan jembatan sebagai sirkulasi keluar masuknya perahu nelayan, nampaknya sulit diwujudkan, sebab hal tersebut membutuhkan anggaran cukup besar, luasan jembatan yang diminta sepanjang 150 meter.
Kepala Dinas PUPR Kota Ternate Risval Tribudiyanto mengatakan, nelayan meminta agar dibuatkan jalan masuk khusus untuk perahu nelayan, namun pihaknya akan membuka akses masuk seperti di sisi utara sebelumnya, yang mencapai 2,5 sampai 3 meter, sementara segmen selatan ini bakal dibuka akses masuk seluas 40 meter. Menurut Risval, jika jembatan dibuat, maka harus dilihat lebar dimensi reklamasi seluas 150 meter, kalau sesuai dengan permintaan masyarakat dibuatkan jembatan dengan luas empat meter sepanjang itu. Jika dibandingkan dengan jembatan yang dibangun di jan dengan lebar 6 meter menghabiskan anggaran Rp2 milyar, sehingga kalau pembangunannya sepanjang 150 meter dengan pasangan batu di dua sisi, maka menjadi 300 meter yang butuh anggaran besar.
“Kalau pembuatan jembatan sepanjang 150 meter sangat susah di wujudkan, sehingga kemarin teman-teman teknis sudah buat rapat juga. Kalau buat jembatan dengan skala sekarang, kita tidak sanggup,” tegasnya.
Untuk itu kata dia, sebagai solusinya pihaknya membuat jalur masuk perahu di sisi selatan dengan luas mencapai 40 meter, namun nelayan kata dia menganggap nanti akan terjadi penumpukan sedimen material, padahal pihaknya menjamin nanti kalau terjadi pendangkalan maka akan dilakukan penggarukan. “Karena untuk bangun jembatan sepanjang 150 meter itu habiskan anggaran Rp50 milyar, maka solusinya kita akan buat sama seperti bagian utara, kalau terjadi penumpukan material (pasir) maka PUPR siap keruk dan itu jadi rutinitas tahunan, karena nomenklaturnya reklamasi bukan jembatan,” jelasnya.
Selain itu, jika dibuatkan jembatan, maka banyak anggaran yang akan terserap untuk pembuatan jembatan tersebut. “Tapi masyarakat belum terima dan meminta dibuatkan jembatan, ini agak sulit diwujudkan dengan dana pas-pasan. Jadi sementara kita akan jalan dengan yang ada dan mempertimbangkan jalur masuk keluar perahu yang besar, karena pembangunan ini untuk masyarakat,” tandasnya.(cim)


Berikan Komentar pada "Nelayan Dua Kelurahan Gigit Jari"