FAM-SAH Disambut Pendukung dan Simpatisan

FAM-SAH tiba di Desa Mangoli, Kecamatan Mangoli Tengah

SANANA – Pasangan calon bupati dan wakil bupati Kepulauan Sula (Kepsul), Fifian Adeningsih Mus dan M. Saleh Marasabessy (FAM-SAH) tiba di Desa Mangoli, Kecamatan Mangoli Tengah. Kedatangan paslon ini disambut baik oleh pendukung dan simpatisan Desa Mangoli dengan tarian cakalele.

Calon wakil bupati, M. Saleh Marasabessy pada orasi politiknya menyampaikan, untuk Kepulauan Sula kedepan bisa menjadi negeri yang bahagia, negeri yang sejahtera. Maka FAM-SAH adalah solusinya. “ Apa arti bahagia itu sesuai dengan visi-misi yang kami sampaikan, bahagia adalah tanda kesyukuran kita yang hakiki terhadap kehidupan kita, kesyukuran itu dalam bentuk keamanan, dalam bentuk keadilan, bentuk kejujuran untuk bagaimana kita membangun negeri yang sama-sama kita cintai ini,” katanya.

Dia menambahkan, negeri ini hanya dibangun dengan dua kekuatan, kekuatan yang pertama adalah kekuatan sumber daya manusia (SDM) dan kekuatan yang kedua adalah sumber daya alam (SDA).” Kita punya sumber daya yang begitu hebat, kita punya kekayaan alam yang begitu banyak melimpah di negeri ini. Tapi sampai hari ini, kita belum mampu untuk mengelola sumber daya alam kita ini secara maksimal. Kenapa, karena sumber daya manusia kita belum mampu mengelolanya dengan baik,” beber Saleh. 

Sekadar diketahui, lanjut Saleh, saat ini sumber daya di Sula semakin hari semakin buruk. “Sumber daya aparatur kita semakin hari semakin buruk. Kita punya tenaga profesional, sebagian besar dinonjobkan dan akhirnya lari ke Taliabu,” ujarnya.

Kalau mau membangun suatu negeri, Saleh mengungkapkan, bukan hanya mengandalkan Aparatur Sipil Negara (ASN). Akan tetapi, mindset ini bagaimana diinventarisir oleh pemerintah, kemudian diarahkan untuk pengembangan swasta. “ Oleh karena itu, paket ini menjadi paket yang akan menjadi perhatian utama saudara-saudara kita, generasi yang ada ini,” pintanya. 

Sementara di hadapan para pendukung dan simpatisan, calon Bupati Fifian Adeningsih Mus mengungkapkan, untuk keempat kali dirinya menginjakkan kaki di Desa Jere, Kecamatan Mangoli Tengah.

Fifian menambahkan, pada kesempatan yang berbahagia ini dia menginginkan kehadiran dua putranya di tengah-tengah seluruh pendukung dan simpatisan FAM-SAH. “ Karena saat ini pandemi covid-19, 2 orang putra saya tinggalkan di Desa Bobong,” akunya.

Bahkan, Fifian juga bercerita, sebelum memantapkan diri maju sebagai calon Bupati di Kepulauan Sula tahun 2020, dirinya sempat mendapat dorongan dari keluarga besar Yana Sua di Taliabu.” Keluarga besar Yana Sua di Taliabu menginginkan saya harus mencalonkan diri sebagai calon Bupati di Kepulauan Sula,” katanya. 

Meskipun di Taliabu, Fifian mengaku tidak lupa dengan Kepulauan Sula, bahkan dirinya sering mengikuti perkembangan Pulau Sula dari Taliabu. “ Walaupun saya di Taliabu, tetapi perkembangan Sula saya selalu ikuti terus,” serunya di hadapan pendukung dan simpatisan FAM-SAH.

Di akhir orasi politiknya, putri ketiga dari keluarga Mus ini mengajak kepada kaum perempuan dan seluruh masyarakat Sula untuk memilih FAM-SAH. “ Kita perempuan ini bekerja dengan hati. Kita perempuan ini sama, cubit di kulit rasa di tulang,” tukas Fifian.(nai/pn)