Kadis PUPR Akui Proyek Kotek dan Hotmix Lingkar Nusliko Terlambat

Pembangunan 5 unit kotek di kawasan wisata Nusliko Park

WEDA – Proyek pembangunan kotek di wisata Nusliko Park, Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) diakui terus berjalan dan akan tuntas pada waktunya meskipun agak sedikit terlambat.

Pernyataan tersebut disampaikan Kadis Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Arif Djalaluddin ketika dikonfirmasi koran ini, Rabu (28/10/20).

Arif menjelaskan proyek pembangunan kotek dalam pelaksanaan dan jalan terus, walaupun agak sedikit terlambat karena kondisi alam. “Karena pembangunannya di atas air maka kita harus lakukan diatas air dan pemasangan pasang tiang pancang,” jelasnya.

“Awalnya agak sedikit terlambat karena posisi kotek harus menunggu pembukaan jalan selesai, sehingga bisa dilakukan mobilisasi material dan bahan lainnya untuk pekerjaan,” katanya. Meski agak sedikit terlambat, namun Kadis PUPR menegaskan pada intinya proyek tersebut tetap bergerak dan jalan terus. “Insya Allah dalam waktu dekat sudah selesai, jadi ada dua kotek yang belum selesai bukan tujuh (7). Sekali lagi proyek kotek itu bukan 7 tapi ada 5 dan 3 sudah selesai sisa 2 tempat,” akunya.

Dikatakannya terkait fasilitas yang lainnya itu belum dianggarkan pasalnya anggaran yang ada Rp.8 miliar itu diperuntukkan buat kotek dan pembukaan tracking jalan sekitar 300 meter dan pembangunan lima kotek serta 1 bangunan jaga. “Tapi belakangan ada masalah sedikit, karena orang yang punya lahan itu dipanggil tidak mau datang untuk selesaikan lahannya, akhirnya pemilik lahan membongkar bangunan itu. Sebenarnya dia tidak punya hak bongkar karena itu fasilitas pemerintah,” tandasnya.

Sedangkan proyek jalan hotmix lingkar Nusliko, Arif mengaku ada kendala yang hingga kini belum tuntas, yaitu masalah lahan. “Jadi sesuai dengan rencana pemerintah, cuma di beberapa titik sekitar 4 kilo setengah itu di palang oleh masyarakat pemilik lahan,” terangnya.

Selain masalah lahan juga banyak terdapat gorong-gorong. Dimana sangat tidak etis jika jalan dihotmix tapi gorong-gorong tidak dikerjakan.

“Jadi dari pengelola kegiatan dalam hal ini Dinas PUPR mau cek dulu gorong-gorongnya, perusahaan akan mendatangkan aramco untuk pembangunan gorong-gorong itu,” pungkasnya. Arif kembali menegaskan proyek hotmix jalan lingkar Nusliko tetap jalan dengan nilai Rp.11 miliar, namun kendala dilapangan adalah terkait lahan. (udy)