SANANA – Kurang lebih dua bulan masyarakat Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), khususnya di Pulau Sulabesi kesulitan mendapat aliran listrik dari PLN ranting Sanana.
Hal ini membuat Akademisi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Babussalam Sula Maluku Utara, Fachril Kemhay Kamis (08/12/22) angkat bicara. “Masalah listrik ini sudah cukup lama, jadi DPRD segera memanggil kepala PLN untuk melaksanakan rapat dengar pendapat (RDP),” pintanya.
Kata Fachril, kurang lebih dua bulan masyarakat Sulabesi kesulitan mendapat aliran listrik. Olehnya itu, ia meminta DPRD Kepulauan Sula segera memanggil kepala PLN ranting Sanana, Muhsin A.M.
“Masyarakat Sula khususnya masyarakat Sulabesi sudah merasa resah dengan pemadaman listrik yang tidak beraturan, bahkan kurang lebih dua bulan ini setiap minggu dan sabtu PLN padamkan listrik,” katanya.
Masalah pemadaman listrik setiap Sabtu dan Minggu, dinilai seperti hari libur Pegawai Negeri Sipil (PNS). Bahkan, anehnya lagi pemadaman di hari-hari lain tidak beraturan.
Sementara, Kepala PLN ranting Sanana Muhsin M.A sampai berita ini diturunkan wartawan fajar malut belum dapat mengkonfirmasinya. Sekedar informasi, kurang lebih dua bulan petugas PLN setempat memperbaiki kabel di areal Kecamatan Sanana Utara, Kepulauan Sula. (wat)

