Akses Jalan Ditutup, Pedagang di Ternate Protes

“Mereka ini meminta akses masuk ke pasar, misalkan kalau mereka angkut ikan atau es diijinkan masuk, cuman karena tadi akses jalannya ditutup, maka pedagang demo,” katanya.

Mahmud berharap, kedepannya ketika ada penambahan waktu penutupan akses jalan ke pasar harus juga dilibatkan, namun untuk tuntutan pedagang itu pihaknya bakal menyampaikan ke tim gugus.

Terpisah Wakapolres Ternate yang juga tim gugus tugas percepatan ppenanganan covid-19 Kota Ternate Kompol Jufri Dukomalamo menyebutkan, kalau ada pihak tertentu yang memprofokasi, karena apa yang dilakukan oleh tim gugus itu menerapkan physical distancing. “ Kita melakukan pembatasan aktifitas arus kendaraan yang masuk di pasar higienis, bukan kita melakukan pembatasan terhadap penjualan atau aktifitas itu tidak ada, kita hanya melakukan pembatasan physical distancing,” tegasnya.

Penerapan ini, kata dia, dilakukan dengan sistem buka tutup. Sehingga dia membantah, kalau ada informasi bahwa pasar akan ditutup. “ Siapa bilang akses jalan ditutup, akses jalan tidak ditutup, karena ada akses jalan melalui samping pasar kita tidak tutup, jadi tidak benar kalau akses untuk barang itu ditutup,” katanya.

Menurut Wakapolres, pembatasan ini juga dilakukan pada pasar yang lain sembari menyebutkan kalau pasar yang ramai dikunjungi saat ini yakni pasar higienis, sehingga pemberlakuannya dimulainya dari situ, setelah itu baru lanjut ke pasar Bastiong dan Dufa dufa. “ Tapi di pasar itu (Bastiong dan Dufa dufa pelaksanaan physical distancing sudah jalan,” tandasnya.(cim)