LABUHA – Sekitar 17 tahun sudah akses jalan yang menghubungkan Desa Tabapoma, Tutupa, Tomara dan Wayatim, Kecamatan Bacan Timur Tengah, Kabupaten Halmahera Selatan dibuka sejak masa pemerintahan mantan Bupati Muhammad Kasuba.
Sayangnya, satu-satunya akses warga itu semakin memprihatinkan. Kini, kondisi jalan yang tidak pernah diaspal dan tanpa jembatan itu tidak bisa diakses lantaran sudah rusak parah. Terlebih ketika musim hujan.
Ratusan mahasiswa tergabung dalam Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Tutupa (HIPPMAT) DesaTutupa melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Bupati dan DPRD, Senin (23/5/2022) kemarin mempertanyakan terhadap status jalan tersebut.
“Dalam usia 17 tahun menjadi kabupaten, kami melihat adanya kesenjangan dalam pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang ada di Bacan Timur Tengah,” kata Salah satu orator
Menurutnya, infrastruktur jalan dan jembatan sangat berpengaruh pada akses pendidikan, kesehatan dan ekonomi di kecamatan itu. ditambah lagi akses jembatan penghubung pada beberapa jalur kali (sungai-red) sering dilanda banjir membuat warga semakin kesulitan dalam memobilisasi hasil taninya.
“Dalam kurun waktu kurang lebih dari 17 tahun (2015-2022) Pemerintah Provinsi Malut dan Pemkab Halsel seakan-akan hanya menjadikan isu momentum politik yang menaruh harapan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Pemkab Halsel dan Pemprov Malut , kata dianya seperti saling lempar tanggung jawab dalam penanganan ruas jalan tersebut.
Sementara itu, Sekda Halsel Saiful Turuy menuturkan Bupati juga ingin menuntaskan infrastruktur dikarenakan prosedur yang mengatur bukan kewenangan kabupaten, namun provinsi sehingga dilakukan lobi-lobi dengan harapan akan dikembalikan ke daerah. “Nanti saya sampaikan ke Bupati setelah balik umroh,” singkat sekda. (Nan)

