Halteng – Aksi sosial yang dilakukan Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Halmahera Tengah patut diacungi jempol. Betapa tidak di tengah keterbatasan yang ada serta tugas yang dijalankan setiap hari tidak membuat jiwa kemanusiaan mereka surut.
Pasalnya selain menjalankan tugas sebagai penegakan Peraturan Daerah (Perda), ternyata Satpol PP Halteng dibawah komando Kepala Satuannya yakni Yanto Kunup mampu membantu meringankan beban masyarakat yang kurang mampu dengan cara yang luar biasa.
Mereka melakukan aksi patungan dan membuahkan hasil yang positif. Hasi.l donasi yang dikumpul seluruh anggota itu digunakan untuk merenovasi salah satu rumah milik Adrianus, warga Ake Ici (km 3) Kecamatan Weda.
Kasatpol PP Yanto Kunup saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa saat ini dirinya bersama seluruh anggota Satpol PP melakukan rehab rumah warga kurang mampu. Rehab rumah yang dilakukan itu merupakan hasil patungan dan gotong royong seluruh anggota Satpol PP. “Anggaran awal itu sekitar 16 juta 500 ribu. Uang yang dikumpulkan melalui inisiatif sukarela anggota Sapol PP ini digunakan untuk memperbaiki rumah warga yang kategori tidak layak huni,” jelasnya.
“Alhamdulillah, rumah yang dibangun dengan semangat kebersamaan hampir selesai dikerjakan. Ini menjadi bukti bahwa daerah selalu hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan, kapan pun dan di mana pun,” ujar Kasatpol PP Yanto Kubup.
Yanto mengatakan, proses pembangunan rumah dilakukan secara swadaya yang mana dikerjakan langsung oleh anggota Satpol PP. Inisiatif ini dalam rangka kepedulian Pemda Halteng melalui Satpol PP terhadap warga yang kurang mampu. “Alhamdulillah setelah kami patungan, kemudian anggota kami sendiri yang mengerjakan pekerjaannya, seperti menyusun batu bata (tela), pelester dinding, floor lantai dan pengecatan, mengganti kusen pintu dan jendela serta lainnya,” katanya.
Jadi kami yang patungan, kami juga yang mengerjakannya. “Kebetulan rata-rata anggota Satpol PP memiliki skill pertukangan jadi proses pekerjaannya berjalan cepat dan lancar,” katanya.
Ia berharap gerakan ini bisa dilanjutkan tahun depan, dengan skema yang sama, setiap bulan setelah menerima gaji kami patungan rata-rata 50.000 bahkan ada yang lebih. “Total anggota Satpol PP sekitar 132 orang jika dikali 50.000 sudah sekitar Rp. 6 juta lebih,” tandasnya.
Jadi uang hasil patungan itu kami beli bahan berupa pasir, semen dan lainnya sesuai kebutuhan dan kami sendiri yang mengerjakannya. “Alhamdulillah kurang lebih satu minggu ini proses pekerjaan sudah mulai rampung tinggal floor lantai dan pembuatan dapur saja,” akunya.
Dikatakannya, rehab rumah tersebut dikerjakan sejak Sabtu pekan kemarin dan ditarget selesai ada tanggal 22 Desember 2025.
Rencana ini ditargetkan tahun depan akan berkelanjutan, dengan skema selang waktu 3 bulan dilakukan rehab rumah warga kurang mampu dengan standar biaya berkisar 15 sampai 20 juta rupiah. “
Dia mengatakan, ide ini muncul dari anggota Satpol PP itu sendiri saat ngopi dan diskusi. “Selain itu juga kami termotivasi dari filosofi bupati Ikram M Sangadji yaitu sebaik-baiknya manusia bisa bermanfaat bagi orang lain, jadi manusia ini minimal bisa membantu orang, dan lainnya,” tutur Yanto.
Yanto juga mengaku kegiatan ini pertama kali dilakukan, dan ke depan tidak hanya di Weda tapi di desa-desa yang lain juga bisa. “Jadi apabila ada informasi rumah warga yang tidak layak, kami turun kroscek lapangan, jika layak maka kami langsung membeli bahan dengan uang patungan yang ada lalu anggota kami yang langsung bekerja melakukan rehab,” pungkasnya.
“Tidak menutup kemungkinan ke depan Satpol PP membuka donasi kepada siapa saja yang ingin berdonasi lewat rekening Satpol PP berdonasi untuk merehabilitasi rumah warga yang kurang mampu,” tutupnya. (udy)
