Aktivitas Belajar Lumpuh, Warga Tunggu Sikap Pemkab Halsel

Kasus SDN 226 menjadi gambaran nyata lemahnya pengawasan Dinas Pendidikan Halsel. Selama satu tahun, keluhan guru tidak pernah ditindaklanjuti, hingga akhirnya warga turun tangan dengan aksi pemalangan.

“Kalau sejak awal dinas melakukan monitoring, persoalan ini tidak akan berlarut. Sekarang yang jadi korban justru siswa,” kata seorang tokoh pemuda Saketa.

Warga mendesak Kepala Dinas Pendidikan segera mengevaluasi dan mencopot Hamid. Mereka menilai keberlangsungan pendidikan di daerah hanya bisa terjaga jika aparat pendidikan bersih dari penyalahgunaan kewenangan.

Hingga berita ini diturunkan, Dinas Pendidikan Halsel belum mengeluarkan pernyataan resmi. Sementara itu, spanduk desakan pencopotan kepala sekolah masih terpasang di pagar depan sekolah. “Ini bukan hanya soal satu sekolah. Kalau dibiarkan, citra pendidikan Halsel yang jadi taruhannya,” ujar warga lainnya. (nan)