“Karena saat itu, PPPK yang kami fokuskan, jadi anggaran PPPK sudah ditetapkan lalu tiba-tiba informasi ada tes CPNS. Sementara anggaran pelaksanaan tidak ada, maka tes tetap di Ternate, karena penggunaan anggaran di Kota Ternate hanya Rp 9 juta,” katanya.
“Sebab pelaksanaan di Ternate gedungnya tidak di sewah, dan dilaksanakan di BKN. Sedangkan kalau tesnya di Morotai harus menggunakan anggaran Rp 40 juta. Karena banyak hal yang harus kita sewa, mulai dari fasilitas sampai kebutuhan yang lain,” sambung Musriyana.
Alasan lain yang membuat pelaksanaan tes tetap tidak bisa dilaksanakan di Morotai, tambah Musriyana, karena tidak ada fasilitas komputer yang bisa digunakan.
Karena semua fasilitas tersebut, dipakai untuk asesmen nasional. “Karena asesmen nasional dilaksanakan jadi bertabrakan dengan jadwal tes jadi tidak boleh. Karena dong punya server, kalau sudah digunakan tidak bisa lagi diubah,” pungkas Musriyana.
Pewarta : Muhammad Rifai
Editor : Erwin Egga
