TERNATE – Pemerintah Kota Ternate terus memperkuat rantai pasok pangan demi menjaga stabilitas harga dan menekan inflasi di daerah. Setelah sebelumnya menjalin Kerja Sama Antar Daerah (KAD) untuk komoditas bawang merah dengan Pemerintah Kota Probolinggo, Pemkot Ternate kini menggandeng Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar untuk mengamankan pasokan telur ayam.
Kesepakatan strategis tersebut dikukuhkan dalam agenda Rapat Koordinasi dan Penandatanganan KAD yang berlangsung di Ruang Rapat Candi Simping, Kantor Pemkab Blitar, Jawa Timur, pada Kamis (3/9/2026).
Kerja sama yang diinisiasi oleh Bank Indonesia ini dinilai sangat krusial mengingat Kabupaten Blitar merupakan salah satu daerah produsen dan pemasok telur ayam terbesar di Indonesia.
Sekda Kota Ternate sekaligus Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Ternate Rizal Marsaoly menyampaikan, apresiasi dan terima kasih atas keterbukaan Pemkab Blitar dalam membangun kolaborasi ini.
“Kami menyambut baik sinergi ini. Setelah kemarin bersama Pemkot Probolinggo untuk komoditas bawang, hari ini kita melangkah bersama Pemkab Blitar untuk komoditas telur ayam. Kami berharap kerja sama antar daerah ini dapat berjalan lancar dan efektif menekan angka inflasi di Kota Ternate,” katanya.
Menurutnya, melalui skema KAD ini, ketersediaan pasokan telur ayam di Kota Ternate diharapkan dapat terjamin secara berkelanjutan dengan harga yang lebih terjangkau dan transparan bagi masyarakat.
Langkah ini juga sekaligus memperkuat strategi TPID dalam kerangka 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif). Agenda penandatanganan tersebut diakhiri dengan diskusi teknis yang melibatkan para pelaku usaha dari kedua daerah guna memastikan mekanisne rantai pasok dapat berjalan optimal.*
Editor : Hasim Ilyas
